SimadaNews.com – Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Tanjung Pinggir, Kota Pematangsiantar, Jumanter Pangaribuan menyampaikan, bahwa rencana pembangunan terminal Tanjung Pinggir, tidak akan ada yang ditutup-tutupi.
“Kita akan menyampaikan tahapan rencana pembangunan terminal yang lebih moderen dengan faslitas lengkap, akan berjalan transparan dan tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Tujuan kita, agar Kota Pematangsiantar memiliki terminal yang lebih baik,” kata Jumanter Pangaribuan yang didampingi Humas, Jonliben Saragih kepada SimadaNews.com, Selasa (19/01/2021).
MASIH DI KEMENHUB
Jumanter Pangaribuan menjelaskan, bahwa proses pembangunan terminal Type A Tanjung Pinggir, masih dalam penggodokan di Kementerian Perhubungan Jakarta.
“Masih dalam proses tender, dan kita tidak terlibat di situ. Kita terbuka, apa yang diputuskan Kemenhub terkait siapa yang akan melaksanakan pembangunannya nanti. Bagi kita, yang paling penting pembangunannya, agar Terminal Type A ini, benar-benar memiliki fasilitas yang baik, sehingga seluruh angkutan yang ada poolnya di sejumlah kawasan di inti kota, dapat menyatu di terminal. Bagaimana kita mau menginstruksikan angkutan ke terminal, jika fasilitasnya tidak memadai,” kata Jumanter.
Menurutnya, jika sudah ada sinyal dimulai pembangunan dari Kemenhub, pihaknya akan memasang plank dan izin yang mendukung.
“Kita sudah sampaikan permohonan izin perubahan peruntukan terminal ini. Rencananya bangunan yang ada, akan dirubuhkan,” kata Jumanter Pangaribuan.
LAYAKNYA TERMINAL MODERN
Ia menjelaskan nantinya di Terminal Tanjung Pinggir, akan didirikan sejumlah sarana dan prasarana layaknya terminal modern.
Bahkan Jumanter memaparkan, di terminal yang luasnya hampir 4 hektar ini akan dibangun hotel, pusat perbelanjaan modern, toko suvenir dan oleh-oleh serta pusat kebugaran.
“Sebagai pendukung, kita akan bawa kemari suvenir dan Roti Ganda ke sini,” ujar Jumanter.
Nantinya pengelolaan Terminal Tanjung Pinggir akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
Itu sebabnya, keberhasilan modernisasi terminal ini membutuhkan semangat yang sama dengan perusahaan moda transportasi darat.
Jumanter menyampaikan, saat Terminal Tanjung Pinggir berdiri dengan wajah baru, Bus Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Bus Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) dilarang beroperasi di pinggir jalan umum maupun loket pribadi.
“Semuanya akan kita tarik ke sini. Gak ada yang menaikkan menurunkan penumpang di pinggir jalan lagi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Jumanter Pangaribuan menjelaskan, Humas Jhonliben Saragih akan terbuka dalam mendapatkan informasi terkait perkembangan proses rencana pembangunan Terminal Type A Tanjung Pinggir. (ingot simangunsong/singly siregar)