SimadaNews.com – Program penanaman jagung yang dielu-elukan Pemerintah Kabupaten Toba guna pemulihan ekonomi di masa pandemi dan meningkatkan indeks pertanaman (IP) ternyata menuai sorotan masyarakat.
Sejumlah petani jagung di Kabupaten Toba mengeluh akibat tidak tersedianya pupuk subsidi yang akan digunakan pada masa penanaman jagung saat ini.
Lenny Manullang, petani di Desa Huta Namora, Kecamatan Balige, mengaku kesulitan mendapatkan pupuk subsidi dan berharap agar pemerintah dapat memperhatikan nasib para petani yang menggantungkan perekonomian dan biaya hidup dari hasil pertanian.
“Bantuan benih jagung ini kami terima sekitar bulan September awal. Setelah kami tanam, inilah hasil pertumbuhannya, kurang memuaskan. Merasa menjeritlah kami petani karena harga pupuk melonjak dan pupuk subsidi tidak kami jumpai lagi,” katanya saat dijumpai di lokasi pertanaman jagung, Sabtu (06/11/2021).
Meski mengaku mendapat bibit gratis dari pemerintah, dirinya tetap tidak mampu meraup keuntungan dari sektor pertanian jika tetap menggunakan pupuk non subsidi.
“Kami tidak pernah lagi mendapat pupuk subsidi, pernah dapat, itu pun cuma 1 sak tahun 2020. Selama tahun 2021 belum pernah dapat. Di kios bilangnya tidak ada pupuk,” katanya yang saat itu didampingi anaknya.
Sebelumnya, H br Hutagaol, petani di Desa Simarmata juga mengeluhkan kesulitan untuk mendapatkan pupuk subsidi sehingga harus membeli pupuk non subsidi dari kios.
“Untuk pertanaman ini pasti perlu pupuk, tapi kami kesulitan mendapatkan pupuk subsidi, padahal jika harus menggunakan pupuk non subsidi sudah pasti kami merugilah”, katanya saat dijumpai di kediamannya.
Pernyataan ini berbanding terbalik dengan pernyataan Bupati Toba, Poltak Sitorus yang mengaku telah menyediakan enam ribu ton pupuk subsidi untuk tahun 2021.
Pada saat penanaman perdana jagung di Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba pada Juli lalu, Bupati Toba Poltak Sitorus mengatakan bahwa Pemkab telah menyediakan 6 ribu ton pupuk subsidi dan seribu ton diantaranya dikhususkan untuk program pertanian jagung namun saat ini para petani justru tidak mendapatkan pupuk subsidi. (jaya napitupulu)