SimadaNews.com – Indonesia kembali akan kedatangan sebanyak 500.000 dosis vaksin jadi merek Sinopharm pada Selasa (03/08/2021).
Dari informasi yang diterima InfoPublik, 500 ribu dosis vaksin Sinopharm diangkut maskapai Cathay Pacific dengan nomor penerbangan CX 777. Vaksin diperkirakan tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Banten pada pukul 13.10 WIB.
Vaksin yang dikemas dalam 14 pallet ini didapatkan melalui kerja sama bilateral. Ini merupakan bukti upaya Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dan pencapaian target 1 juta vaksinasi per hari di Juli 2021, dan 2 juta vaksinasi di Agustus 2021.
Kedatangan vaksin tahap ke-34 ini membuat stok vaksin COVID-19 Indonesia bertambah menjadi lebih dari 179,4 juta dosis dalam bentuk bulk dan vaksin jadi.
Dengan rincian, sebanyak 147.500.280 dosis vaksin Sinovac, 14.915.840 dosis vaksin AstraZeneca, 8.000.000 dosis vaksin Sinopharm dan 4.500.160 dosis vaksin Moderna.
Pemerintah pun terus mempercepat penambahan cakupan vaksinasi guna membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity. Salah satunya adalah melalui program Vaksinasi Gotong Royong (VGR) yang menggunakan vaksin merek Sinopharm.
Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021, yang bisa mendapatkan vaksin gotong royong antara lain, karyawan/karyawati, keluarga dan individu lain terkait dalam keluarga dari suatu badan hukum/badan usaha.
Individu lain terkait dalam keluarga merupakan individu yang tinggal bersama atau bekerja dengan keluarga yang bersangkutan.
Selain itu, masyarakat disekitar lokasi kegiatan badan hukum atau badan usaha juga sebagai bagian dari tanggung jawab sosial sebagai sasaran penerima vaksinasi gotong royong.
Termasuk Warga Negara Asing yang merupakan karyawan atau karyawati dari suatu badan hukum/ badan usaha pun dapat ikut serta sebagai sasaran penerima vaksinasi gotong royong.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga Senin (2/8), dari 208,2 target sasaran vaksinasi nasional, sekitar 68,6 juta dosis vaksin telah diberikan kepada 47,6 juta orang telah mendapatkan dosis pertama dan 20,9 juta orang sudah menerima dosis kedua. (***)