SimadaNews.com-Kelompok Cipayung yang berada di Kupang, yakni Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), berkumpul mendiskuskusikan penyelenggaran Pemilu 2019 yang aman dan damai.
Pertemuan itu hadiri seluruh pengurus Kelompok Cipayung yang berada di Kupang, Selasa (21/8). Mereka pun sepakat mengeluarkan pernyataan sikap demi terciptanya Pemilu 2019 yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres).
Pernyataan sikap itu, disetujua dan ditandatangani, Ketua GMKI Kupang Christo M.T. Kolimo, Ketua HMI Kupang Zainudin Umar, Ketua PMII Kupang
Hasnu Ibrahim, Ketua PMKRI Kupang Angelbertus Boli Tobing dan Ketua GMNI Kupang, Yoseph A. Sukario.
Adapun isi pernyataan sikap itu:
- Mendesak semua pihak untuk melakukan politik yang damai, tidak membawa isu SARA, intimidasi dan politik uang yang berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan.
- Menyerukan kepada semua elemen masyarakat, agar tidak terpancing dengan berbagai provokasi yang dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab dan tetap menjaga kerukunan walau berbeda dalam pilihan politik.
- Mendesak komisi pemilihan umum (KPU) membuka seluruh dokumen-dokumen pemilu dan menggelar pleno terbuka terhadap setiap tahapan pemilu.
- Mendesak pemerintah mendesain dan menyediakan peradilan ad hoc pemilu
- Menyerukan kepada elit politik agar tidak memperkeruh suasana menjelang Pemilu 2019.
- Menghimbau seluruh partai politik agar dalam berdemokrasi tidak mencederai nilai-nilai Pancasila
- Mengecam aksi pemukulan dan intimidasi yang dilakukan oleh masa kampanye #2019gantipresiden terhadap aktivis PMII di Makassar
- Mendesak aparat menolak izin deklarasi #2019GantiPresiden yang sangat berpotensi konflik karena gerakan yang dilakukan sarat akan pesan provokatif yang menciptakan konflik horisontal. (rel/snc)

