SimadaNews.com-Kementerian Pertanian (Kemtan) akan fokus pada pengembangan lahan rawa menjadi lahan pertanian yang produktif.
Itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, usai membuka Rapat Koordinasi Nasional “Rasionalisasi Bantuan/Subsidi Pupuk dan Benih Sesuai Data Terbaru Luas Lahan Baku Sawah BPS dan BPN”.
“Ke depan, potensi besar yang akan kita garap adalah rawa. Ada di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung, ini semua akan kita garap dengan optimal,” kata Andi Amran Sulaiman, di gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (30/11).
Mentan Andi Amran menjelaskan, pemanfaatan lahan rawa merupakan uji coba pemerintah, setelah mengalami kegagalan pemanfaatan 1 juta hektare lahan gambut. Pemerintah mengklaim telah melakukan kajian lebih komprehensif agar tak mengalami kegagalan seperti kasus gambut.
Dia menegaskan, lahan yang dioptimalkan adalah lahan sawah yang sebelumnya tidak optimal. Seperti dulunya hanya bisa panen 2 ton per hektare kita optimalkan menjadi 6 ton per hektare. Pengoptimalan dilakukan dengan cara melakukan penanaman bisa mencapai tiga kali dalam setahun dengan memanfaatkan alat pertanian modern.
“Intinya kita mau benar-benar optimalkan lahan rawa. Karena rawa adalah masa depan pertanian,”
Dalam hal pengoptimalan lahan rawa untuk pertanian, targetnya kata Mentan Andi Amran, di tahun 2019, mengembangkan lahan rawa seluas 550.000 hektare menggunaakan cara modern, tidak lagi dengan cara-cara manual.
Dia memnambahkan, lahan rawa yang dimaksud bukanlah lahan gambut, melainkan APL (Areal Penggunaan Lain). Sebagian dari luas lahan rawa tersebut sebetulnya juga sudah dimanfaatkan, namun fungsinya akan lebih dioptimalisasi. Juga dioptimalkan untuk komuditas lainnya, seperti tanaman hortikultura bahkan lahan dijadin sebagai lahan peternakan seperti ternak bebek. .
“Kita membangun pertanian yang terinteggrasi yang menjadi area masa depan petani. Kita membangun pertanian yang modern seperti gagasan besar Presiden, dan akan dilakukan di daerah yang belum optimal,” ujarnya. (manto/snc)
