• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang
Jumady Sinaga

Jumady Sinaga

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Semakin Menjerit

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
9 Februari 2019 | 20:30 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Hingga saat ini, tarif harga tiket pesawat terbang terus melambung dari harga biasanya. Kenaikan harga tiket sangat signifikan hingga 2 kali lipat.

Kenaikan harga tiket ini terjadi untuk penerbangan domestik, namun untuk penerbangan internasional malah sangat murah.

“Kebijakan yang dilakukan pemerintah melalui Kemenhub dan maskapai dinilai sangat merugikan dan menekan masyarakat menengah kebawah. Saat ini bagi masyarakat, untuk bepergian menggunakan pesawat terbang seolah hal yang luar biasa seperti zaman dulu,” ungkap Direktur Pengembangan SDM dan Ekonomi Kreatif, Institute For Indonesia Local Policy Studies (ILPOS) Jumady Sinaga.

Menurut Jumady, Indonesia telah kembali ke zaman dulu yang membutuhkan waktu berhari-hari menuju suatu tempat. Kenapa tidak, masyarakat dengan ekonomi kebawah tentunya tidak akan sanggup naik pesawat lagi. Mereka akan lebih memilih angkutan darat.

Padahal pemerintah sedang gencar-gencarnya membangun infrastruktur bandara didaerah-daerah guna percepatan pembangunan ekonomi nasional, guna pengembangan pariwisata. Lantas untuk apa bandara itu dibangun kalau harga tiket pesawat sangat mahal.

“Sekarang sudah zaman teknologi yang canggih, kok kita kembali ke masa dulu,” tutur Jumady.

Sesuai keterangan Kemenhub, lanjut Jumady,  pria yang juga fungsionaris PP-GMKI ini, kenaikan Tarif Batas Bawah (TBB) tiket pesawat hanya 5 persen dari Permenhub Nomor PM 14 Tahun 2016. Tentunya dengan perhitungan yang dilakukan Kemenhub, kenaikan dari 30 persen menjadi 35 persen pasti sudah mengakomodasi semua pihak, baik perusahaan maskapai, karyawan, pilot, maupun penumpang,” ucapnya lagi.

Pendiri Organisasi Ikatan Mahasiswa asal Samosir (IKAN MAS) Bengkulu ini mengatakan,  kenaikan harga tiket pesawat hampir diangka 60 persen-65persen  dari Tarif Batas Atas (TBA).

Misalnya rute penerbangan Bengkulu ke Jakarta menggunakan pesawat jet kelas ekonomi, TBA adalah Rp 1.344.000 dan TBB adalah Rp470.400. Namun yang terjadi saat ini, harga minimun tiket sebesar Rp847.000.

Artinya harga tiket pesawat mencapai 63 persen dari TBA. Rute Kualanamu ke Jakarta, TBA adalah Rp2.108.000 dan TBB adalah Rp737.800. Namun harga minimun tiket saat ini sebesar Rp1.314.000. Berarti harga tiket mencapai 62,33 persen dari TBA.

Rute Ambon ke Jakarta, TBA adalah Rp3.616.000 dan TBB adalah Rp1.106.000, namun harga tiket minimun saat ini adalah Rp2.131.000 atau mencapai 58,93 persen dari TBA.

“Semua harga tiket pesawat yang diberlakukan pihak maskapai sangat jauh dari kebijakan kenaikan harga yang disampaikan Kemenhub, namun Kemenhub membiarkan begitu saja,” tutur Jumady.

Kebijakan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat ekonomi kebawah, tetapi juga dirasakan para pelaku UMKM yang hari ini semakin berkembang  dan pelanggan. Kebijakan ini mencekik karena biaya pengiriman semkain mahal. Harga barang yang mereka jual tidak sebanding dengan ongkos pengiriman. Pelanggan yang dulunya berani membeli produk dari luar daerah, sekarang harus berpikir sepuluh kali.

“Sudah banyak pelaku UMKM yang mengeluh, bahkan perusahaan besar dibidang jasa pengiriman,” sambung Jumady.

Akibat dari kebijakan ini, satu per satu UMKM akan bangkrut dan mati perlahan, sehingga sia-sialah bonus demografi 2020-2030 yang digadang-gadang pemerintah. Pengangguran akan kembali menumpuk, bahkan ekonomi nasional juga akan terpuruk.

Page 1 of 2
12Next
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba asal Simalungun Ditangkap di Siantar, Simpan Ganja 88 Gram

12 Juni 2026 | 15:18 WIB
Peristiwa

Polres Simalungun Gelar Nobar Gratis Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Siapkan Kopi dan Camilan untuk Masyarakat

11 Juni 2026 | 22:57 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber