• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Keuntungan Budidaya Kacang Hijau Menggiurkan, Ini Negara Tujuan Ekspornya

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
16 September 2019 | 20:11 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Kementerian Pertanian (Kementan) menilai budidaya kacang hijau akhir-akhir ini memberikan keuntungan yang mengiurkan. Mengapa demikian? Karena kacang hijau produksi dalam negeri ternyata mulai diminati negara tetangga.

“Ekspor kacang hijau pada umumnya mengikuti panen raya, mulai meningkat  pada bulan Agustus–September,” demikian kata Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Amiruddin Pohan di Jakarta, Senin 16 September 2019.

Amiruddin menegaskan, dengan adanya peningkatan ekspor ini,  Kementan tahun ini mulai mendorong produksi kacang hijau dengan memberikan fasilitasi bantuan berupa perbaikan varietas benih. Kegiatan ini dilaksanakan pada 4 provinsi seluas 6.500 hektar yaitu di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Nusa tenggara Timur.

“Daerah sentra produksi kacang hijau  untuk wilayah Jawa Tengah ada di Kabupaten Pati, Grobogan dan Demak, Jawa Timur di Kabupaten Gresik, Sidoarjo, Sumenep dan Sampang. Kemudian Jawa Barat di Kabupaten Garut dan Cianjur, NTB di Kabupaten Sumbawa dan Dompu  dan Sulawesi Selatan di Kabupaten Jeneponto dan Takalar,” terangnya.

Menurut Amiruddin, negara utama tujuan ekspor kacang hijau saat ini yakni Taiwan, Philipina dan RRC. Melansir data BPS, periode Januari–Juni 2019 ekspor kacang hijau segar dengan negara tujuan Jepang, Hongkong, Cina, Taiwan, Vietnam, Singapura, Philipina dan Timor Leste sebanyak 3.489 ton dengan nilai Rp4,5 miliar dan  Mesir merupakan negara tujuan ekspor baru.

“Saya ingin petani tergerak mulai tanam kacang hijau. Banyak kelebihannya, mudah cara pertanaman dan harganyapun bagus,” bebernya.

Prospek Budidaya

Amiruddin menuturkan kacang hijau merupakan komoditas tanaman pangan yang sangat gampang dibudidaykan. Kurun waktu dua bulan, kacang hijau bisa langsung panen dan juga bisa sebagai tanaman sela yang dapat tumbuh optimal pada saat musim kering.

“Saat masih kemarau seperti sekarang ini bisa kita manfaatkan lahan dengan pertanaman kacang hijau. Umurnya kan sekitar 60 hari panen, jadi tak perlu menunggu lama sudah bisa langsung menghasilkan,” tuturnya.

Amiruddin menjelaskan, untuk metode dan waktu penanaman kacang hijau umumnya tanpa olah tanah dengan sebar benih 25 Kg per hektar beberapa hari menjelang panen padi Musim Kemarau (MK)-II. Saat ini sudah tersedia 23  jenis  varietas unggul yang telah dilepas oleh pemerintah.

Adapun varietas yang disukai oleh negara tujuan ekspor itu biasanya Varietas Vima I yang warnanya agak kusam, produksinya mencapai 1,38 hingga 1,76 ton per hektar.

Ada juga Varitas Vima 3 dengan produksi mencapai 2,1 ton per hektar dan Vima 5 dengan produksi mencapai 2,34 ton per hektar.

“Rata-rata produksi nasional kacang hijau saat ini mencapai 1.2 ton per hektar dengan harga jual di tingkat petani cukup tinggi berkisar Rp11.500 sampai Rp14.000 per kilogram,” ujarnya.

“Mengacu data BPS, produktivitas kacang hijau selama 10 tahun terakhir berfluktuasi dan cenderung meningkat sebesar 1,09 persen meskipun luas panen dan produksi cenderung menurun 2,97 persen dan 1,97 persen,” tambahnya.

Amiruddin mengatakan salah satu daerah di musim gadu ini yang tepat menanam kacang hijau yakni Kabupeten Demak. Harganya di musim gadu cukup bagus sekitar Rp12 ribu per Kg, apalagi kacang hijau di Demak ini sudah banyak dilirik eksportir baik dari Surabaya maupun Jakarta. Seperti halnya yang telah dilepas minggu lalu ke Filipina dan Cina.

“Ini peluang yang harus kita tangkap. Dengan adanya ekspor yang kontinu menandakan kacang hijau dalam negeri punya sisi karakteristik yang secara konsisten diminati di pasar dunia,” tandas Amiruddin. (snc)

Sumber: Humas Kementan

Editor: Hermanto Sipayung

Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber