• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Era Pertanian 4.0 Milik Generasi Milenial

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
11 Oktober 2019 | 21:24 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.Com-Industri 4.0 merupakan industri yang mengedepankan teknologi. Dalam industri 4.0 bidang pertanian, tentu pertanian modern indikasinya.

Pertanian modern yang dimaksud adalah bukan didominasi tenaga manusia lagi, melainkan menggunakan alat dan mesin pertanian (alsintan).

“Makanya era Industri 4.0 di bidang pertanian ini merupakan milik generasi milenial karena mereka menguasai teknologi informasi dan komunikasi,” kata Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi.

Pembangunan pertanian itu sangat penting karena menyangkut dalam kekuatan suatu negara.

Dedi menceritakan dulu ada negara adidaya yang bernama Uni Soviet, tetapi di tahun 1988 terjadi paceklik, sehingga terjadi krisis pangan. Dari krisis pangan itulah merembet ke berbagai aspek lainnya, mulai dari perekonomian hingga politik mengalami krisis. Akhirnya negara adidaya tersebut runtuh.

“Sangat jelas sekali bahwa ketahanan pangan menjadi penting. Makanya menangani pangan itu harus serius, revolusioner dan radikal,” ujarnya.

Karena itu, untuk mencapai ketahanan pangan, yang diperlukan saat ini adalah modernisasi pertanian. Modernisasi pertanian yang paling utama adalah dengan mekanisasi.

Dedi mengatakan bahwa dengan mekanisasi tentu proses produksi jadi lebih singkat dan hemat biaya.

“Saya ambil contoh. Sekarang sudah ada traktor yang dikendalikan dengan mesin. Tenaga manusia tetap digunakan, tetapi tidak menyetir traktornya secara langsung, melainkan dengan menggunakan remote dan komputer. Jadi bisa saja dikendalikan di luar wilayah yang sedang digarapnya. Tentu ini menembus ruang dan waktu. Selain itu, dengan mekanisasi dapat menghemat biaya hingga 60 persen,” terangnya.

Dalam mewujudkan pertanian modern memang punya semua pihak, tetapi yang menjadi penerus adalah kaum milenial dari segala sisi (bidang).

Dedi mengatakan bahwa para mahasiswa merupakan salah satu kaum milenial penerus pembangunan pertanian, sehingga keterlibatan mahasiswa sangat penting dalam dunia pertanian Indonesia.

“Saya sebagai Kepala BPPSDMP saat ini bukanlah kaum milenial lagi. Kalian-kalian inilah (mahasiswa/i) merupakan generasi milenial yang melanjutkan kedepannya. Kalian merupakan modal penerus pembangunan pertanian Indonesia saat ini dan masa yang akan datang,” ungkapnya.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Idha Widi Arsanti mengatakan untuk menggaet generasi milenial ikut serta dalam pembangunan pertanian adalah dengan melakukan konsolidasi antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan mahasiswa.

Caranya yakni dengan melibatkan mereka (mahasiswa) dalam mewujudkan program-program pembangunan pertanian.

“Walaupun sekarang mahasiswa sudah terlibat dalam program-program yang diusung Kementan, tetapi rencananya tahun depan kami (Kementan) ingin memperkuat kembali peran mahasiswa dalam keikutsertaanya agar mereka lebih konkrit dalam mewujudkan program-program yang ada di Kementan,” terang Santi.

Contoh konkret keikutsertaan mahasiswa dalam program-program Kementan adalah melibatkan mahasiswa dalam Program Upsus Pajale, Program Siwab, Program Bekerja, dan masih banyak lainnya.

“Jadi kita akan melakukan akselerasi antara Kementan dengan mahasiswa. Misalnya seperti ini kita undang semua Eselon 1 bersama dengan mahasiswa. Lalu diungkapkan program-program setiap eselon-eselon. Misalnya ada mahasiswa yang tertarik untuk terlibat dalam Program Serasi , nanti kita libatkan ke sana,” ungkap Santi. (snc)

Laporan: Ali Silaban

Editor: Hermanto Sipayung

Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber