• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Mentan SYL Lepas Ekspor Senilai Rp181 Miliar dan Panen Pedet Sapi di Lampung

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
17 Desember 2019 | 21:32 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang akrab dipanggil SYL bersama Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dan Bupati Lampung Tengah, Loekman Djoyosoemarto melepas ekspor komoditas pertanian asal Provinsi Lampung berupa nanang kaleng, pisang segar dan komoditas pertanian lainnya senilai Rp181 miliar di kawasan PT. Great Giant Pineapple, Lampung Tengah, Selasa 17 Desember 2019.

Di acara ini pun, SYL melakukan panen pedet sapi di kawasan PT. Great Giant Livestock.

SYL menjelaskan kegiatan ekspor tersebut merupakan bagian dari langkah nyata Kementerian Pertanian (Kementan) dalam melipatgandakan ekspor komoditas pertanian hingga tiga kali lipat. Selain itu, ekspor juga bertujuan untuk menjadikan Provinsi Lampung sebagai lokomotif pengembangan ekspor pertanian sehingga bisa menjadi contoh untuk provinsi lainnya.

“Saya mau Lampung menjadi lokomotif baru untuk pertanian dan peternakan dan menjadikan sasaran kita adalah ekspor. Lampung juga harus menjadi sebagai mentor agar bebagai komoditas dari buah tropis yang diminati oleh dunia. Mari kita bersama untuk membangun bangsa lebih baik ke depannya,” kata SYL, saat acara pelepasan ekspor yang didampingi jajaran Eselon I Kementan dan Direktur PT Great Giant Pineapple, Welly Sugiono.

Ekspor komoditas pertanian asal Provinsi Lampung ini dengan negara tujuan Belanda, Amerika Serikat dan Cina. Menurut SYL, ekspor ini menunjukkan komoditas pertanian Indonesia memiliki kualitas dan daya saing di pasar dunia, sehingga komoditas asal Lampung, salah satunya menjadi kebanggaan Indonesia.

“Ini harus kita dorong bersama. Kita berharap ini menjadi bagian yang besok bisa menjanjikan lapangan kerja dan kesejahteraan rakyat Indonesia menjadi lebih baik khususnya di Lampung,” ujarnya.

Peningkatan Produksi dan Ekspor

Dalam kunjungan ini, Mentan SYL menyaksikan penandatanganan MoU antara Gubernur Lampung dengan Direktur Jenderal (Dirjen) Tanamam Pangan, Dirjen Perkebunan, dan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan. Kerja sama ini untuk peningkatan produksi dan ekspor pertanian.

Tak hanya itu, guna meningkatkan ekspor pertanian Provinsi Lampung, Mentan SYL menyerahkan aplikasi kepada Gubernur Provinsi Lampung, yakni aplikasi iMace ( Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports).

Aplikasi ini merupakan peta komoditas pertanian potensial ekspor yang terupdate secara waktu nyata sehingga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah untuk melakukan pembinaan dan pengembangan komoditas pertanian yang berbasis kawasan.

“MoU dengan Pak Gubernur hari ini, kita kelola semua potensi pertanian menjadi lebih maju. Untuk menghadapi ekspor, ayo kita lakukan bersama-sama karena gunanya kehadiran kita agar negara dan bangsa menjadi lebih maju,” beber SYL.

Di sisi lain, SYL pun mengajak Gubernur Lampung agar ke depan ada peningkatan produksi sapi. Dengan demikian ke depan Indonesia benar-benar bisa berdaulat pangan khususnya daging.

“Capek bicara impor, saya paling malas. Kenapa? Karena impor itu merendahkan harga diri dan martabat bangsa. Kita baru bangga jika ekspor kita lebih besar dari impor,” tegasnya.

“Pak Gubernur mari kita juga kembangkan pabrik gula. Lahan-lahan Hak Guna Usaha yang sudah bertahun-tahun tidak termanfaatkan, mari kita manfaatkan. Kita tidak pindahkan haknya, tapi kita ambil bagian,” pinta SYL.

Lebih lanjut, SYL mengajak Gubernur Lampung memajukan pertanian dan mensejahterakan petani dengan menjalankan program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Program KUR ini sangat efektif dan tepat sasaran dibanding menggelontorkan program bagi-bagi bantuan yang malah membuat petani tidak berkembang.

“Pengalaman saya, program bagi-bagi bantuan itu tidak membuat petani berkembang. Rata-rata petani dapat traktor, begitu rusak sedikit langsung dijual, bagi-bagi bantuan boleh tapi sebagai rangsangan saja,” ujarnya.

“Soal KUR, pengalaman saya keluarkan KUR Rp 3,1 triliun dalam satu bulan dengan bunga 6 persen sementara bunga pinjaman biasa mencapai 14 persen. Sekarang mau ternak sapi, mari kita pakai KUR,” sambungnya.

Kemudian, guna membangun pertanian yang semakin maju, SYL juga mendorong kegiatan hulu hilir pertanian yang dapat dikendalikan di tingkat kecamatan. Dalam hal ini, Kementan tengah membangun program Komando Strategis Pertanian (Kostratani) berbasis teknologi pertanian 4.0.

“Dengan Kostratani kegiatan pertanian terpusat di kecamatan. Katakanlah seperti nenas, bisa kita tingkatkan nilai tambahnya dengan kita salurkan mesin mesin packegingnya di kecamatan. Segala masalah pertanian di lapangan bisa kita selesaikan cepat,” terangnya.

Lampung Berjaya di Masa Mendatang

Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, mengapresiasi gebrakan Mentan SYL dalam memacu produksi dan ekspor pertanian di Provinsi Lampung.

Ia menilai Mentan SYL sangat memahami begitu besar potensi pertanian daerahnya sehingga optimis dapat secepat mungkin meningkatkan ekspor pangan.

“Kita memiliki banyak produk yang bisa cukupi kebutuhan tingkat nasional bahkan dunia. Oleh karna itu ini tinggal tunggu waktunya sehingga Lampung akan berjaya pada masa yang akan datang. Insyahallah ekspor Lampung berjaya,” tegasnya.

Arinal menjelaskan untuk meningkatkan ekspor pangan yakni pertama dengan harus mempertahankan mutu ekspor yang lebih tinggi. Kedua, memperbaiki kualitas packaging dan pemasarannya sehingga bisa menembus pasar ekspor.

“Kita khususkan untuk komoditas coklat, ekspornya diprioritaskan karena bagaimanapun juga anak bangsa belum banyak yang makan coklat. Saya akan penuhi untuk kebutuhan dalam negri dulu baru nanti tingkat ekspor,” jelasnya.

Perlu diketahui, Mentan SYL menyerahkan bantuan untuk petani berupa padi gogo rancah 19.581 hektar, benih jagung hibrida 1.750 ton, alat mesin pertanian (traktor roda 2, pompa air, traktor roda 4, combine harvester, corn seller), bantuan pendukung Kostratani (drone, HP, PC dan LCD), benih dan pupuk untuk peremajaan kopi, alat pengolahan pakan dan bantuan alat inseminasi buatan. Bantuan ini sebagai rangsangan petani dalam meningkatkan produksi. (snc)

Sumber: Humas Kementan

Editor: Hermanto Sipayung

Peristiwa

Pematangsiantar Matangkan Persiapan FASI XIII Sumut, Siap Sambut Ribuan Peserta

14 Juni 2026 | 19:44 WIB
Peristiwa

Traffic Light Ahmad Yani Kembali Padam, Warga Desak Pemko Siantar Bertindak Sebelum Timbul Korban

14 Juni 2026 | 18:57 WIB
Sudut Pandang

19 Anggota Sidi GKPS Haranggaol Resmi Diteguhkan, Siap Menjadi “Tentara Kristus Muda”

14 Juni 2026 | 17:03 WIB
Pesona

Juara TOTK 2026 Naik Podium, Bupati Samosir dan Sekdaprovsu Serahkan Hadiah kepada Pelari dari 34 Negara

14 Juni 2026 | 16:17 WIB
Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber