SimadaNews.com-Semua umat manusia merasakan dampak penyebaran covid-19, termasuk masyarakat yang ada di Simalungun. Dalam antisipasi virus itu diperlukan pengambil kebijakan yang bekerja dengan berani, tanggap, cepat, terukur juga tepat sasaran.
Belajar dari daerah-daerah yang terlebih dahulu terpapar korban yang positif tidak berhenti diangka 1 atau 2 orang tetapi selalu melebihi ada yang mencapai angka puluhan, ratusan bahkan ribuan dalam satu daerah. Tentu semua elemen tidak menginginkan itu terjadi di Kabupaten Simalungun.
Untuk itu, sangat penting bergotong royong, baik antara Pemerintah Daerah, DPRD , serta semua elemen masyarakat mengantisipasi covid-19.
Atas dorongan tersebut, Perkumpulan Anak Rantau (PANTAU) Simalungun ikut ambil andil mengkampanyekan agar bersama-sama melawan Covid-19.
Berawal dari komunikasi dari beberapa orang yang berada di tanah perantauan antara lain Jhon Mejer Purba (Jakarta), Wira Dani Damanik (Jambi), Tri Ombun Sitorus (Sumedang), Jhonson Saragih (Bogor), Rijan Purba (Malang), Hotmas Sinaga (Sumedang), Wenro Haloho (Tangerang), dan Rivento Sinaga (Bali), akhirnya sepakat membuat satu gerakan bangun dan selamatkan Simalungun melalui satu wadah yang diberi nama PANTAU (Perkumpulan Anak Rantau) Simalungun.
Rencana kegiatan akan aktif membuat webinar dengan tindakan nyata dalam membangun simalungun baik melalui sumbangsih pemikiran, pengawasan terhadap pemkab simalungun, juga mendorong serta mengingatkan DPRD Simalungun dalam membangun Simalungun.
Pada Kamis 30 April 2020, PANTAU Simalungun menggelar webinar pertamanya melaui zoom dengan mengangkat tema “Langkah strategis pemerintah Kabupaten Simalungun dalam menghadapi COVID-19.
Diskusi tersebut diadakan dengan mengundang pembicara yang kapabel serta berimbang, pembicara yang diundang PANTAU Simalungun, antara lain Wakil Ketua DPRD Simalungun Steven Samrin Girsang, Kadis Kesehatan Simalungun dr Lidya Saragih, Praktisi Ketahanan Pangan Bobok S. Simanjuntak SKM MKM, Journalist dan Director Efarina TV Silverius Bangun, Pengamat Kebijakan Kabupaten Simalungun Rikanson J. Purba, Millenial Activist & Founder Pantau.id Jhon Mejer Purba.
Semua pembicara hadir dalam diskusi itu juga dihadiri 55 orang peserta asal Simalungun di berbagai daerah. Diskusi berlangsung baik dimoderatori Rijan Purba dengan memberi kesempatan kepada pembicara-pembicara untuk menjelaskan kondisi real yang terjadi.
Samrin Girsang pada kesempatan itu, mengungkapkan banyak permasalahan yang terjadi di Simalungun yang ditangani bupati dalam menangani covid-19, mulai dari pembangunan ruang isolasi yang dibangun di Batu 20 dan Parapat.
Samrin mengaku, tidak adanya koordinasi serta transparansi dengan DPRD dalam penggunaan anggaran penanganan covid-19 bernilao Rp110.5 miliar dan hingga saat ini DPRD Simalungun sudah tiga kali menyurati upati Simalungun, namun tak kunjung ditanggapi.
Kadis Kesehatan Simalungun dr Lidya Saragih, menjelaskan kondisi update mengenai covid-19 di Kabupaten Simalungun dengan memberi data kasus positif 2 orang, PDP 26 orang, ODP 29 orang, sembuh PDP 6 orang, PDP meninggal 4 orang.
Kadis Kesehatan juga menjelaskan, ada 3 RSUD rujukan di Simalungun dalam menangani kasus ini yaitu di Pardagangan, Pamatang Raya, dan Parapat.
Bobok S. Simanjuntak, dalam keterangannya menjelaskan bahwa covid-19 memberi dampak ke berbagai sektor salah satu yang harus diantisipasi adalah ketahanan pangan, dalam menghadapi wabah ini perlu untuk menjaga pola hidup sehat dan ketahanan pangan dapat membentuk imun tubuh juga aktivitas positif lawan corona.
Silverius Bangun menilai, bahwa di situasi sekarang dalam menghadapi kasus corona yang masih pertama kali dihadapi tidak ada yang bisa menjamin bahwa ruang isolasi itu mubajir dan tidak diperlukan.
Silverius juga menyayangkan ungkapan Wakil Ketua DPRD Samrin Girsang atas yang menurutnya hanya cenderung mengeluh atas sikap bupati.
Rikanson J. Purba, blak-blakan dalam menyampaikan pandangannya terhadap penanganan covid-19 di simalungun. Dia mengungkapkan bahwasanya pemkab itu kerjanya ngawur dengan memperlihatkan langkah-langkah yang sudah diambil, antara lain ruang isolasi yang tidak begitu penting, pemberian masker yang tidak komprehensif dan tidak mengena ke masyarakat.
Narasumber terakhir yang juga salah satu Founder PANTAU Simalungun Jhon Mejer Purba, mengungkapkan bahwa peran pemuda baik yang tinggal di Simalungun maupun di perantauan sangat penting dilibatkan dalam menangani permasalahan covid-19 ini, banyak potensi yang ada di dalam pemuda baik melalui pemikiran juga tenaga.
Dia mengharapkan kedepan PANTAU Simalungun menjadi wadah membangun Simalungun.
Setelah semua narasumber menyampaikan materinya, moderator membuka sesi tanya jawab dan ada 5 orang yang bertanya antara lain: Sanggam Fernando, Wira Dani Damanik, Ando Nainggolan, Hermanto Sipayung, dan Renold Saragih yang pada intinya mereka semua ingin memastikan bahwa semua elemen bergerak bersama terutama antara pemkab dengan DPRD, serta menekankan pemerintah harus bekerja secara jelas, terukur, tepat sasaran dan juga transparan.
Secara khusus Wira Dani Damanik meminta kasus ini terus diseriusi oleh pemkab, belajar dari daerah-daerah lain yang lebih dulu terpapar positif corona, kasus ini tidak berhenti di angka 1,2 orang tetapi selalu naik sampai angka puluhan bahkan ratusan yang artinya walaupun sudah diumumkan pemprovsu bahwa Kabupaten Simalungun keluar dari zona merah tidak boleh dianggap sepele lalu dia meminta pemkab segera memperbaiki pusat informasi resmi penanganan covid-19 simalungun dengan menunjukkan website resmi dia membandingkan pusat informasi pemkab simalungun yang tidak bisa menggambarkan secara detail beserta peta persebaran di tingkat kecamatan berbeda dengan Kabupate Karo yang jelas dan mudah dipahami.
Selanjutnya Hermanto Sipayung yang juga sebagai jurnalis memberi peryataan yang blak-blakan bahwa tidak jelasnya tata kelola penangangan covid, dibuktikannya dengan memberi contoh kasus dimana seorang wartawannya mewawancarai tim penanganan tidak bisa menjelaskan secara lengkap tentang kondisi yang terjadi di Simalungun, hingga transfaransi anggaran penanganan covid, tidak bisa dijelaskan Pemkab Simalungun.
Diakhir diskusi moderator Rijan Purba mengajak semua peserta mengkampanyekan bangun simalungun dengan sama-sama mengucapkan “mari bergabung bersama, kita berkolaborasi Pantau Simalungun untuk berkontribusi bersama. (snc)


