SimadaNews.com – Anggota Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar, Polma Oliver Sihombing, menyerap berbagai aspirasi masyarakat saat menggelar reses Masa Sidang III Tahun 2026 di Kelurahan Toba, Kecamatan Siantar Selatan, Sabtu (27/6/2026).
Reses yang dihadiri Sekretaris DPRD Kota Pematangsiantar, Camat Siantar Selatan, Lurah Toba, tokoh masyarakat Rocky Marbun, serta puluhan warga itu menjadi wadah penyampaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari banjir, pelayanan BPJS Kesehatan, retribusi sampah, knalpot brong, hingga infrastruktur.
Dalam sambutannya, Rocky Marbun menjelaskan bahwa reses merupakan agenda penting bagi anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
“Melalui reses, anggota DPRD dapat mengetahui persoalan di tengah masyarakat dan memperjuangkannya melalui rapat komisi maupun rapat paripurna,” ujarnya.
Polma Oliver Sihombing menegaskan kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda kedewanan.
“Saya datang ke sini untuk menyerap aspirasi masyarakat, bukan untuk seremonial. Semua masukan akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan DPRD,” katanya.
Sejumlah warga kemudian menyampaikan berbagai keluhan.
Romulus Hutabarat, warga Jalan Marimbun, mengeluhkan banjir yang kerap terjadi di kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Sibolga. Ia juga meminta adanya perbaikan pelayanan BPJS Kesehatan yang menurutnya masih banyak dikeluhkan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Polma berjanji akan meninjau langsung lokasi banjir dan mendorong percepatan normalisasi saluran drainase. Sementara terkait BPJS Kesehatan, ia akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan Cabang Pematangsiantar untuk mencari solusi atas berbagai persoalan pelayanan.
Keluhan juga datang dari Sofia Lubis yang mempertanyakan kenaikan retribusi sampah sekolah yang dibayarkan melalui PDAM.
“Dulu hanya Rp5.000, sekarang menjadi Rp100.000,” ungkapnya.
Polma menyatakan akan segera menyampaikan persoalan tersebut kepada PDAM Kota Pematangsiantar agar dilakukan penelaahan dan evaluasi.
Selain itu, warga juga mengeluhkan maraknya penggunaan knalpot brong yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan.
Menurut Polma, persoalan tersebut telah beberapa kali dibahas bersama pihak kepolisian.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan kepolisian dan mengajak masyarakat bersama-sama mencari solusi agar keresahan ini dapat diminimalkan,” ujarnya.
Sementara itu, Sabar Damanik, warga Jalan Narumonda Atas, meminta bantuan pemindahan tiang listrik yang berada tepat di atas atap rumahnya. Menanggapi hal itu, Polma memastikan akan meninjau lokasi dan berkoordinasi dengan PLN agar tiang tersebut dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.
Permintaan perbaikan juga disampaikan Renta Siahaan yang mengusulkan normalisasi Sungai Umbul beserta perbaikan jalan menuju kawasan sungai. Polma menyatakan siap turun langsung meninjau kondisi lapangan sebelum membawa usulan tersebut ke pembahasan bersama pemerintah daerah.
Di sisi lain, Marsinta Simaremare, pensiunan ASN, mengaku telah lebih dari 20 tahun pensiun namun belum pernah menerima bantuan sosial meski kondisi ekonominya semakin sulit.
Menanggapi hal tersebut, Polma menjelaskan bahwa penyaluran bantuan sosial merupakan kewenangan pemerintah melalui kelurahan dan Dinas Sosial.
Ia meminta agar usulan tersebut diajukan sesuai mekanisme yang berlaku agar dapat diproses.
Menutup kegiatan reses, Polma menegaskan seluruh aspirasi masyarakat akan dibawa ke rapat Komisi III DPRD Kota Pematangsiantar dan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk ditindaklanjuti.
“Seluruh aspirasi warga akan kami kawal. Kami ingin memastikan reses ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat melalui peningkatan pelayanan dan pembangunan di daerah pemilihan,” tegasnya. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan


