• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis
Petugas Balai Karantina Pelabuhan Belawan memeriksa kondisi syarat tomat asal Karo yang hendak diekspor Malaysia.

Petugas Balai Karantina Pelabuhan Belawan memeriksa kondisi syarat tomat asal Karo yang hendak diekspor Malaysia.

MANTAP…Tomat Karo Penuhi Persyaratan Tembus Pasar Ekspor

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
31 Juli 2020 | 06:22 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Belawan, melepas ekspor perdana 200 Kilogram tomat asal Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) ke Malaysia.

Produk pertanian asal sub sektor hortikultura milik CV TKU ini baru pertama kalinya diberangkatkan melalui Pelabuhan Belawan.

“Jenis komoditas ini menambah deret produk pertanian ekspor unggulan asal Sumut,” kata Kepala Karantina Pertanian Belawan, Hasrul melalui keterangan tertulisnya yang diterima SimadaNews.com, Jumat 31 Juli 2020.

Menurut Hasrul, sinergisitas yang baik antara pemerintah daerah, pelaku usaha dan petani di Sumut yang memacu kinerja ekspor diwilayah kerjanya.

Masih menurut Hasrul, pembangunan pertanian berbasis kawasan dengan memperhatikan kearifan lokal berorientasi ekspor menjadi salah satu kunci Provinsi ini terus menambah ragam komoditas ekspornya.

Selain Kabupaten Tobasa dan Humbahas, kini Kabupaten Karo juga turut disiapkan menjadi salah satu sentra pertanian andalan. Provinsi Sumut sendiri memiliki lahan pertanian seluas 429.751 hektar untuk komoditas tanaman semusim dan 2141.972 hektar  untuk komoditas tanaman tahunan.

“Hasil pertanian Sumut telah dapat masuk pasar global, selain jumlah yang berlimpah, kualitas dan  tidak luput jug dari pengawasan terhadap perlindungan sumber daya alam hayatinya dari karantina pertanian,” papar Hasrul.

Saprin dari CV TKU,  mengapresiasi fasilitasi yang telah diberikan oleh Kementerian Pertanian melalui dinas terkait. Salah satu kunci produk hortikultura dapat masuki pasar ekspor adalah rendah atau bahkan bebas residu.

Untuk itu diperlukan pendampingan pada  Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Practices (GHP), agar memiliki daya saing di pasar global.

Berdasarkan data pada sisterm perkarantinaan, IQFAST sepanjang tahun 2020 Karantina Pertanian Belawan telah memfasilitasi lalu lintas Tomat Karo ini ke Ambon, bulan April lalu jelas Hasrul.

Pada kesempatan yang sama, CV. TKU juga mengekspor ubi jalar, keladi tikus dan kecombrang juga aneka sayuran masing-masing kubis, lobak, labu, kentang dan wortel yang sudah lebih dahulu masuk pasar ekspor dengan beberapa negara tujuan.

Serangkaian tindakan pemeriksaan karantina telah dilakukan terhada seluruh komoditas ekspor sesuai dengan persyaratan masing-masing negara tujuan. Hasilnya dinyatakan bebas dari OPTK (Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina) dan berhak mendapatkan sertifikat kesehatan tumbuhan atau phyosanitary certificate, PC.

Era Persyaratan Teknis

Terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Ali Jamil turut mengapresiasi munculnya ragam ekspor baru asal Sumut.

Sejalan dengan perkembangan aturan perdagangan internasional dimana kebijakan tarif sudah tidak populer lagi, maka pemenuhan persyaratan sanitari dan fitosanitari menjadi strategis.

Pihaknya selaku fasilitator pertanian pada perdagangan internasional, tidak saja menyiapkan langkah percepatan layanan namun juga pendampingan berupa bimbingan teknis.

“Untuk ekspor, kami siapkan karpet merah tidak hanya cepat namun akseptabilitas produk juga jadi fokus tindakan karantina. Ini sejalan dengan semangat gerakan tiga kali lipat ekspor, Gratieks yang digagas Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red),” pungkas Jamil. (snc)

Sumber: Humas Kementan

Editor: Hermanto Sipayung

Ekbis

Simalungun Kian Dilirik Investor, Raih Penghargaan Terbaik I pada PIISU 2026

15 Juni 2026 | 11:39 WIB
Peristiwa

Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Nilai Persaudaraan dan Iman Saat Buka Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Distrik V

14 Juni 2026 | 21:34 WIB
Peristiwa

Pematangsiantar Matangkan Persiapan FASI XIII Sumut, Siap Sambut Ribuan Peserta

14 Juni 2026 | 19:44 WIB
Peristiwa

Traffic Light Ahmad Yani Kembali Padam, Warga Desak Pemko Siantar Bertindak Sebelum Timbul Korban

14 Juni 2026 | 18:57 WIB
Sudut Pandang

19 Anggota Sidi GKPS Haranggaol Resmi Diteguhkan, Siap Menjadi “Tentara Kristus Muda”

14 Juni 2026 | 17:03 WIB
Pesona

Juara TOTK 2026 Naik Podium, Bupati Samosir dan Sekdaprovsu Serahkan Hadiah kepada Pelari dari 34 Negara

14 Juni 2026 | 16:17 WIB
Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber