• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis

Tingkatkan Ketahanan Pangan Pemerintah Rehabilitasi Jaringan Irigasi Skala Besar Hingga 2024

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
29 September 2021 | 09:19 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com – “Alhamdulillah. Dengan adanya pekerjaan rehabilitasi ini air yang mengalir ke sawah kami melimpah. Sawah kami meski musim kemarau tidak takut kekeringan karena air dari irigasi ini melimpah dan mengalir ke sawah-sawah.”

Ungkapan syukur itu disampaikan Rohman, petani di Desa Putri Dalem Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Adapun yang dia maksud dengan  pekerjaan rehabilitasi itu adalah proyek rehabilitasi atau modernisasi jaringan irigasi skala besar yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Mengacu pada tempat tinggal Rohman di Majalengka, jaringan irigasi yang dimaksud adalah Jaringan Irigasi Rentang. Jaringan irigasi ini tergolong skala besar yang memanfaatkan debit Sungai Cimanuk.

Dalam keterangan tertulis Kementerian PUPR, Selasa (28/09/2021), modernisasi jaringan irigasi merupakan program strategis dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan. Selain melakukan rehabilitasi, hingga 2024 Kementerian PUPR juga membangun waduk dan  jaringan irigasi baru.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berharap, rehabilitasi Irigasi Rentang diharapkan akan meningkatkan intensitas penanaman (IP) dari 130% menjadi 250%. Jaringan Irigasi Rentang, mampu mengairi areal pertanian seluas 87.840 Ha di tiga kabupaten; Kabupaten Majalengka seluas 1.094 Ha, Kabupaten Cirebon seluas 20.571 Ha dan di Kabupaten Indramayu seluas 66.175 Ha.

Sementara Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung Ismail Widadi mengatakan, modernisasi Irigasi Rentang dilakukan karena usia sistem irigasi tersebut sudah puluhan tahun sehingga kinerja pelayanan airnya berkurang. “Sekarang progres pekerjaannya sudah mencapai 29,12 %,” ujarnya saat menerima kunjungan media, di lokasi Daerah Irigasi Rentang, Senin (27/9/2021).

Menurut Ismail Widadi, dalam moderenisasi Jaringan Irigasi Rentang dilakukan lima pilar yang disentuh yaitu pilar pertama, memastikan ketersediaan debit air dari Bendungan Jatigede sehingga air konsisten sesuai rencana. Kedua, perbaikan sarana prasarana irigasi dan bangunan.

Selanjutnya ketiga, penyempurnaan sistem pengelolaan irigasi sesuai ketersediaan air dan pola tanam. Kemudian pilar keempat, penguatan institusi kelembagaan melalui sinergisitas tugas dan koordinasi. Terakhir pilar kelima yaitu, pemberdayaan sumber daya manusianya yaitu para petani harus memiliki pengetahuan yang baik.

Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rentang telah dimulai sejak 2015 -2018 pada Sistem Irigasi Sindupraja (Intake Bagian kanan). Kemudian dilanjutkan di tahun 2020 dengan memoderenisasi pada Sistem Irigasi Cipelang (Intake Bagian Kiri) dengan pekerjaannya berupa peningkatan bangunan utama (bendung dan kantong lumpur), peningkatan Saluran Induk (SI) Cipelang 12,4 km, Barat 30,8 Km, dan Utara 30,2 km.

Selanjutnya pekerjaan peningkatan saluran sekunder kiri 199 km, peningkatan saluran pembuang kiri 465 km, pekerjaan telemetri 46 lokasi dan telecontrol 8 lokasi, pekerjaan penunjang modernisasi, ppenguatan manajemen air irigasi berupa manajemen asset, demonstrasi peningkatan operasi irigasi serta pertanian, peningkatan kapasitas institusi pengelola irigasi termasuk P3A/GP3A/IP3A, dan KOMIR.

“Pekerjaan modernisasi ini tidak main-main karena membutuhkan anggaran yang besar yaitu senilai Rp5,5 triliun dan dikerjakan hingga tahun 2024 dengan melibatkan 10 kontraktor,” ungkap Ismail Widadi.

Kabupaten Indramayu sendiri kata Ismail Widadi, ditahun 2020 produksi berasnya mencapai 500 ton pertahun, “Diharapkan dengan proyek modernisasi ini akan lebih meningkat menjadi 1,2 juta ton pertahun,” tambah Ismail Widadi. (*)

Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba asal Simalungun Ditangkap di Siantar, Simpan Ganja 88 Gram

12 Juni 2026 | 15:18 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber