• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional

GMNI Siantar Gelar Nobar ‘Bung Ketika di Ende’

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
7 Juni 2023 | 10:34 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com- Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Siantar Gelar Nonton Bareng di Sekretariat GMNI tepat di jl kesatria dekat GKPS Kesatria, Selasa 6 Juni 2023.

Hal itu bertepatan pada Hari Lahir (Harlah) Bulan Bung Karno dimana mereka menyebut dibulan juni adalah Bulan Bung Karno.

Nobar tersebut diarahkan Ketua DPC GMNI Siantar Bung Ronald Panjaitan didampingi kader GMNI kota Pematangsiantar. Sedikit jurnalis simadanews mencoba menceritakan Bung Karno saat di Ende.

Lahirnya Pancasila sebagai dasar ideologi Indonesia tak terlepas dari cerita pengasingan Presiden pertama Indonesia, Sukarno, di Ende. Bung Karno mendapat inspirasi gagasan Pancasila saat merenung di bawah pohon sukun di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Dikutip dari laman Kemendikbud, Sukarno atau Bung Karno diasingkan di Ende, Pulau Flores, sejak 14 Januari 1934 sampai 18 Oktober 1938.

Pemerintah Belanda mengasingkan Bung Karno ke Ende didasari oleh pertimbangan-pertimbangan yang matang. Sebab, saat itu Bung Karno adalah tokoh yang secara terus terang memperjuangkan kemerdekaan daerah jajahan Belanda.

Namun justru pada masa pengasingan inilah Bung Karno bisa merumuskan merumuskan butir-butir pancasila sebagai dasar negara Indonesia. Bung Karno mendapatkan inspirasinya saat sedang merenung di bawah pohon sukun, yang kini menjadi taman Kota Ende.

Kala itu, Bung karno mendapatkan buah pemikiran tentang Pancasila dari lima cabang yang terdapat dalam pohon sukun tersebut.

“Di kota ini kutemukan lima butir mutiara, di bawah pohon sukun ini pula kurenungkan nilai-nilai luhur Pancasila,” ujar Bung Karno kala itu dikutip berbagai Sumber.

Hari Lahirnya Pancasila

Setelah itu, Bung Karno membacakan gagasan Pancasilanya pada 1 Juni 1945. Inilah yang menjadi hari lahir Pancasila. Pidato Bung Karno disampaikan dalam sidang Dokuritsu Junbi Cosakai (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan).

Hari lahirnya Pancasila ini juga tak terlepas dari kekalahan Jepang pada Perang Pasifik. Jepang membentuk sebuah lembaga yang tugasnya mempersiapkan kemerdekaan Indonesia.

Lembaga ini dinamai Dokuritsu Junbi Cosakai. Pada sidang pertamanya pada 29 Mei 1945, yang diadakan di Gedung Chuo Sangi In (sekarang Gedung Pancasila), para anggota membahas mengenai tema dasar negara.

Sidang yang Panjang

Sidang berjalan sekitar hampir lima hari, kemudian pada 1 Juni 1945, Sukarno menyampaikan ide serta gagasannya terkait dasar negara Indonesia, yang dinamai ‘Pancasila’. Panca artinya lima, sedangkan sila artinya prinsip atau asas.

Pada saat itu Bung Karno menyebutkan lima dasar untuk negara Indonesia, yakni sila pertama ‘Kebangsaan’, sila kedua ‘Internasionalisme atau Perikemanusiaan’, sila ketiga ‘Demokrasi’, sila keempat ‘Keadilan Sosial’, dan sila kelima ‘Ketuhanan yang Maha Esa’.

Untuk menyempurnakan rumusan Pancasila dan membuat Undang-Undang Dasar yang berlandaskan kelima asas tersebut, Dokuritsu Junbi Cosakai membentuk sebuah panitia yang disebut sebagai Panitia Sembilan. Berisi Soekarno, Mohammad Hatta, Abikoesno Tjokroseojoso, Agus Salim, Wahid Hasjim, Mohammad Yamin, Abdul Kahar Muzakir, Mr AA Maramis, dan Achmad Soebardjo.

Setelah melalui beberapa proses persidangan, Pancasila akhirnya dapat disahkan pada Sidang PPKI tanggal 18 Agustus 1945. Pada sidang tersebut, disetujui bahwa Pancasila dicantumkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai dasar negara Indonesia yang sah.

Film Bung Karno yang di Perankan oleh Baim Wong itu dan disponsori oleh Kemendikbud yang menceritakan Drama Sejarah itu berdurasi 2 jam sepuluh menit. (snc)

Laporan: Soemardi Sinaga

Sudut Pandang

Wesly Silalahi Ajak Siswa SMPN 1 Pematangsiantar Jauhi Bullying, Tawuran, dan Narkoba

15 Juni 2026 | 20:29 WIB
Peristiwa

30 Kilogram Sisik Trenggiling hingga Kulit Beruang Disita, Polres Simalungun Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi

15 Juni 2026 | 18:59 WIB
Ekbis

Simalungun Kian Dilirik Investor, Raih Penghargaan Terbaik I pada PIISU 2026

15 Juni 2026 | 11:39 WIB
Peristiwa

Wali Kota Tebing Tinggi Tekankan Nilai Persaudaraan dan Iman Saat Buka Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Distrik V

14 Juni 2026 | 21:34 WIB
Peristiwa

Pematangsiantar Matangkan Persiapan FASI XIII Sumut, Siap Sambut Ribuan Peserta

14 Juni 2026 | 19:44 WIB
Peristiwa

Traffic Light Ahmad Yani Kembali Padam, Warga Desak Pemko Siantar Bertindak Sebelum Timbul Korban

14 Juni 2026 | 18:57 WIB
Sudut Pandang

19 Anggota Sidi GKPS Haranggaol Resmi Diteguhkan, Siap Menjadi “Tentara Kristus Muda”

14 Juni 2026 | 17:03 WIB
Pesona

Juara TOTK 2026 Naik Podium, Bupati Samosir dan Sekdaprovsu Serahkan Hadiah kepada Pelari dari 34 Negara

14 Juni 2026 | 16:17 WIB
Peristiwa

Tongam Pangaribuan Bantah Isu Suap Pansus Eks Rumah Singgah Covid-19, Siap Tempuh Jalur Hukum

13 Juni 2026 | 21:37 WIB
Peristiwa

Kasus Penganiayaan di Taman Bunga! DPD IPK Siantar Berduka untuk Korban, Serahkan Penanganan Kasus ke Penegak Hukum

13 Juni 2026 | 17:58 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber