SimadaNews.com– Perayaan Natal Oikoumene Kabupaten Samosir Tahun 2025 berlangsung penuh khidmat dan haru di Gereja Katolik Stasi Santo Markus, Desa Sihusapi, Kecamatan Simanindo, Senin (29/12/2025).
Meski berada di wilayah terpencil dengan bangunan gereja yang sederhana, pelaksanaan ibadah Natal berjalan lancar dan sarat makna kebersamaan.
Natal Oikoumene tahun ini mengusung tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema Mewujudkan Samosir Unggul melalui keselamatan dan implementasi iman dalam kehidupan. Tema tersebut terasa hidup dalam setiap rangkaian ibadah yang diikuti ratusan jemaat.
Ibadah Natal dipimpin oleh RD Octavius Tarigan, yang membawakan khotbah berdasarkan Injil Matius 1:21–24. Dalam khotbahnya, ia menekankan makna kehadiran Allah yang nyata dalam kehidupan keluarga dan masyarakat.
Suasana semakin syahdu saat lagu Malam Kudus dilantunkan, disusul prosesi penyalaan lilin Natal oleh Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk, yang kemudian diikuti seluruh jemaat.
Tidak hanya hadir dalam ibadah, Pemerintah Kabupaten Samosir juga membawa perhatian nyata bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Vandiko menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta untuk pengembangan dan pembangunan Gereja Katolik Stasi Santo Markus Sihusapi.
“Bantuan ini untuk pengembangan iman dan pembangunan gereja, sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” ujar Vandiko.
Selain itu, Pemkab Samosir juga menyerahkan secara simbolis berbagai program beasiswa, mulai dari beasiswa bagi siswa SD dan SMP yatim piatu dan terlantar, siswa SMA sederajat yatim piatu dan berprestasi, beasiswa SMP masuk SMA unggulan seperti SMA Negeri 1 Matauli Pandan, SMA Soposurung, dan SMA Unggul Del, hingga beasiswa perguruan tinggi negeri serta mahasiswa kedokteran berprestasi.
Bupati Vandiko mengaku bersyukur dapat merayakan Natal bersama masyarakat di daerah terpencil. Menurutnya, makna keselamatan yang dihadirkan Allah tidak hanya bersifat rohani, tetapi juga terwujud dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah.
“Allah hadir menyelamatkan keluarga, bukan hanya secara harfiah. Keluarga besar Kabupaten Samosir pun diselamatkan melalui karya Tuhan,” ungkapnya.
Vandiko juga menegaskan komitmennya sejak awal kepemimpinan untuk merayakan hari besar keagamaan seperti Natal dan Paskah secara bergilir di berbagai kecamatan, agar seluruh lapisan masyarakat merasakan kehadiran pemerintah.
“Pesan Natal harus sampai ke pelosok. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.
Dalam refleksi Natal, Vandiko mengajak seluruh jajaran pemerintahan dan masyarakat menjadikan momentum Natal sebagai sarana introspeksi untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan publik.
“Kita bisa bekerja dan melayani bukan karena kekuatan sendiri, tetapi karena kuasa Tuhan. Jika kita saling mengasihi, saya yakin Kabupaten Samosir akan semakin baik ke depan. Tantangan apa pun dapat kita lalui bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk mengajak masyarakat menjadikan Natal sebagai momentum untuk saling memaafkan, terutama dalam lingkungan keluarga.
Ariston mengaku terharu karena ini merupakan pertama kalinya ia mengikuti perayaan Natal Oikoumene Kabupaten Samosir.
“Mari saling memaafkan. Persoalan besar kita perkecil, yang kecil kita tiadakan,” ujarnya.
Ariston juga berharap gereja dan para tokoh agama terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Samosir yang lebih damai dan sejahtera.
“Kami tidak mampu bekerja sendiri tanpa kehadiran gereja. Corong gereja sangat ampuh untuk bersinergi membawa masyarakat ke arah yang lebih baik, damai, indah, dan tenteram,” katanya.
Perayaan Natal Oikoumene ini turut didukung oleh Forum Komunikasi Kerukunan Umat Kristen Katolik (FK3S) yang bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Samosir. Ketua FK3S, Pdt. Tulus Sianturi, menilai perhatian pemerintah terhadap peningkatan iman dan kehidupan beragama sangat dirasakan masyarakat.
“Kami yakin keberadaan kita hari ini karena berkat Tuhan. Melalui perayaan Natal ini, kami berharap yang terbaik bagi Samosir di bawah kepemimpinan Bupati dan jajaran. Program-program yang menyentuh kehidupan keagamaan patut dikembangkan, dan kami melihat kepedulian itu nyata,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jemaat untuk bergandengan tangan mewujudkan Samosir Unggul.
“Meski gereja kecil, kami merasakan kehangatan cinta kasih. Kami mendukung program Pemkab dan berharap Samosir semakin diberkati,” tambahnya.
Sementara itu, RD Octavius Tarigan menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Samosir yang telah memfasilitasi perjalanan rohani tokoh-tokoh agama ke Yerusalem.
Ia mengakui pengalaman tersebut sangat memperdalam iman dan memberi dampak positif dalam pelayanan.
“Kami diberangkatkan oleh Bapak Bupati ke Yerusalem untuk perjalanan rohani. Pengalaman itu sungguh luar biasa dan sangat membangun iman. Semoga ke depan semakin banyak tokoh agama yang merasakan pengalaman serupa,” ungkapnya.
Perayaan Natal Oikoumene di Sihusapi menjadi simbol kuat kehadiran pemerintah hingga ke pelosok, sekaligus wujud sinergi antara pemerintah dan gereja dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, rukun, dan sejahtera. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho

