SimadaNews.com – Bekas galian proyek pipanisasi PDAM Tirta Uli di Jalan Sutomo, Kecamatan Siantar Timur, tepatnya di belakang Tugu Sangnawaluh, dikeluhkan pengguna jalan.
Lubang bekas galian selebar sekitar 30 sentimeter dilaporkan kembali menganga akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada Jumat malam.
Proyek pipanisasi yang menelan anggaran sekitar Rp10 miliar pada tahun 2025 dan dikerjakan oleh sembilan vendor itu dinilai tidak ditangani secara maksimal pada tahap penutupan galian, sehingga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.
C. Aritonang, warga Jalan Asahan, Kecamatan Siantar, saat ditemui Sabtu (3/1/2026), mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang berlubang tersebut telah menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
“Pagi tadi saya lihat langsung ada pengendara yang jatuh. Dari arah lampu merah Jalan Ahmad Yani jalannya mulus, jadi orang biasanya agak kencang. Pas sampai di sini, karena tidak terlihat ada lubang, mendadak terperosok dan jatuh,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut sangat berbahaya jika tidak segera ditangani, mengingat Jalan Sutomo merupakan jalur lintas yang ramai dilalui kendaraan.
“Apalagi sekarang masih suasana libur. Nanti kalau sudah masuk musim sekolah, pengguna jalan makin ramai. Ini bisa lebih berbahaya lagi,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas PDAM Tirta Uli Kota Pematangsiantar, Dorlim Pasaribu, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa perbaikan akan segera diselesaikan.
“Hari ini akan diselesaikan, bang. Memang benar, namun di beberapa lokasi tidak harus ditimbun pasir terlebih dahulu karena tidak dilalui kendaraan berat, dan itu juga tidak dianggarkan dalam pekerjaan,” jelas Dorlim.
Sementara itu, Direktur Umum PDAM Tirta Uli Muliadi dan Direktur Teknik Andarianto belum memberikan tanggapan. Hingga berita ini ditayangkan, keduanya tidak menjawab konfirmasi yang disampaikan melalui pesan WhatsApp. (SNC)
Laporan: Ilham/Sabarudin

