SimadaNews.com-Polemik pendanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali memanas.
PDI Perjuangan akhirnya membuka data resmi negara yang menyebut ratusan triliun rupiah untuk program unggulan tersebut berasal dari pos anggaran pendidikan, bukan dari efisiensi belanja kementerian seperti narasi yang beredar.
Saat konferensi pers di Jakarta, partai berlambang banteng itu menegaskan perlu ada pelurusan informasi karena publik dinilai dibingungkan oleh berbagai pernyataan pejabat negara.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Fraksi PDIP, MY Esti Wijayati, mengatakan klarifikasi ini muncul setelah banyak pertanyaan dari kader hingga masyarakat soal asal anggaran program tersebut.
Ia menegaskan, anggaran pendidikan merupakan belanja wajib sebesar 20 persen APBN dan APBD yang seharusnya digunakan sepenuhnya untuk sektor pendidikan.
Menurut Esti, dokumen resmi negara justru menunjukkan sebagian anggaran itu dialihkan untuk MBG.
“Di lampiran APBN yang tertuang dalam Perpres, dari total Rp769 triliun anggaran pendidikan, sebesar Rp223,5 triliun digunakan untuk MBG. Data ini tercantum jelas,” ujarnya.
Ia menambahkan, Komisi X merasa perlu membuka fakta tersebut agar publik memperoleh gambaran utuh mengenai postur anggaran dan tidak terjebak pada narasi yang dinilai menyesatkan.
Senada, Wasekjen DPP PDIP Adian Napitupulu membantah klaim bahwa pembiayaan program makan gratis berasal dari hasil efisiensi kementerian atau lembaga.
Pernyataan itu sekaligus mempertegas sikap PDIP yang mendorong transparansi fiskal, terutama terhadap program berskala besar yang menyentuh sektor strategis. (SNC)

