• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsEkbis
HARGA EMAS BERGERAK DINAMIS, INVESTOR DIMINTA WASPADA

Ilustrasi emas.

Harga Emas Dunia Tergelincir di Awal Pekan, Investor Waspadai Tekanan Dolar dan Suku Bunga

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
9 Maret 2026 | 11:11 WIB
Rubrik: Ekbis
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com- Kilau emas dunia memudar di awal pekan. Pada perdagangan Senin (9/3/2026), harga emas di pasar spot tercatat melemah cukup dalam setelah tekanan dolar Amerika Serikat dan kenaikan imbal hasil obligasi kembali menghantam pasar logam mulia.

Data pasar menunjukkan harga emas spot berada di kisaran US$5.070–US$5.080 per troy ons pada perdagangan pagi, turun hampir dua persen dibandingkan sesi sebelumnya.

Penurunan ini menandai perubahan sentimen investor yang sebelumnya menjadikan emas sebagai aset aman. Kini, pasar mulai berhitung ulang setelah penguatan dolar AS membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor global.

Secara teknikal, data perdagangan juga menunjukkan harga emas sempat bergerak di sekitar US$5.089 per ons atau sekitar US$163 per gram pada perdagangan pagi waktu Asia.

Dolar AS Menguat, Emas Kehilangan Daya Tarik

Tekanan terhadap emas muncul ketika indeks dolar AS menguat ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.

Kondisi ini biasanya membuat investor beralih ke aset berbasis dolar dibanding logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Selain itu, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat juga meningkatkan biaya peluang bagi investor untuk menyimpan emas.

Kepala strategi komoditas global TD Securities, Bart Melek, menilai kombinasi dua faktor tersebut menjadi pemicu utama koreksi harga emas.

“Kenaikan imbal hasil obligasi dan dolar AS biasanya menekan minat investor terhadap emas,” ujarnya.

Geopolitik dan Inflasi Masih Membayangi

Meski turun, volatilitas emas diperkirakan masih tinggi. Pasar global saat ini dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan energi dan memicu inflasi.

Lonjakan harga minyak dunia di atas US$110 per barel akibat konflik di kawasan tersebut juga menambah kekhawatiran inflasi global, yang dalam jangka panjang justru bisa kembali mendorong minat terhadap emas sebagai aset lindung nilai.

Harga Emas Domestik Ikut Bergerak

Di pasar dalam negeri, fluktuasi harga emas dunia ikut mempengaruhi harga logam mulia. Pada awal pekan ini, harga emas batangan berada di kisaran sekitar Rp3 juta per gram, dengan potensi bergerak fluktuatif mengikuti arah pasar global.

Analis pasar komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut peluang penguatan masih terbuka jika harga emas dunia mampu menembus level resistance tertentu.

“Apabila harga emas dunia naik di resistance pertama US$5.229 per troy ons, kemungkinan logam mulia bisa berada di sekitar Rp3,095 juta per gram,” ujarnya.

Investor Diminta Waspada

Dengan dinamika dolar, suku bunga, serta konflik geopolitik yang masih berkembang, analis menilai pergerakan emas dalam waktu dekat akan tetap sangat sensitif terhadap sentimen global.

Artinya, meski emas sempat terkoreksi di awal pekan, peluang rebound tetap terbuka jika ketidakpastian ekonomi dan geopolitik kembali memanas. (SNC)

Tokoh

Ishak Hutasuhut Kembali Nahkodai Al Washliyah Pematangsiantar, Wesly Dorong Sinergi Umat dan Pemerintah

13 Juni 2026 | 14:37 WIB
Peristiwa

Sudah Bawa Motor untuk Kabur, Pencuri Timbangan di Siantar Utara Keburu Ditangkap

13 Juni 2026 | 11:57 WIB
Peristiwa

Seluruh Jamaah Haji Kembali Sehat, Wesly Silalahi Gelar Tepung Tawar Penuh Syukur

13 Juni 2026 | 10:56 WIB
Ekbis

Dukung Program “UMKM Sumut Berkah”, Bupati Samosir Hadiri Pembukaan PIISU 2026 di Parapat

12 Juni 2026 | 20:54 WIB
Ekbis

Wesly Silalahi Hadiri PIISU 2026, Dukung UMKM Pematangsiantar Terapkan Studi Kelayakan untuk Tarik Investor

12 Juni 2026 | 19:31 WIB
Pesona

Trail of The Kings 2026 Resmi Bergulir, Ribuan Pelari dari 34 Negara Siap Taklukkan Jalur Eksotis Samosir

12 Juni 2026 | 18:58 WIB
Peristiwa

Diduga Ancam Wartawan Usai Pemberitaan TBM, Oknum Askep Kebun Mayang Dilaporkan ke Polres Simalungun

12 Juni 2026 | 17:22 WIB
Peristiwa

Simalungun Terima Penghargaan dari Kementerian Hukum RI

12 Juni 2026 | 16:19 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba asal Simalungun Ditangkap di Siantar, Simpan Ganja 88 Gram

12 Juni 2026 | 15:18 WIB
Peristiwa

Polres Simalungun Gelar Nobar Gratis Laga Pembuka Piala Dunia 2026, Siapkan Kopi dan Camilan untuk Masyarakat

11 Juni 2026 | 22:57 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber