SimadaNews.com — Layanan kredit bagi pelaku usaha mikro kembali menjadi sorotan. Seorang warga Kecamatan Haranggaol Horison, Kabupaten Simalungun, mengaku kecewa setelah permohonan pinjaman usahanya di Teras BRI Haranggaol tidak kunjung mendapat kejelasan, meski seluruh berkas yang diminta telah dipenuhi.
Warga bermarga Saragih yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan itu mengatakan dirinya berniat mengajukan pinjaman untuk mendukung kelangsungan usaha kecil yang sedang dijalaninya. Namun hingga kini, permohonan tersebut belum mendapatkan respons dari pihak bank.
“Saya sudah melengkapi semua berkas yang diminta. Tapi sampai sekarang belum ada kejelasan. Bahkan ketika saya mencoba menanyakan tindak lanjutnya lewat telepon, tidak ada respons,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, sebagai pelaku usaha kecil, akses pembiayaan dari perbankan sangat dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan usaha.
Keluhan tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pihak Teras BRI Haranggaol. Seorang pegawai bernama Tomi Gultom menjelaskan bahwa saat ini pihaknya memang belum menerima pengajuan pinjaman dari nasabah baru.
Ia menyebutkan, kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar satu tahun terakhir.
“Sudah hampir satu tahun kami tidak menerima nasabah baru yang mengajukan pinjaman. Haranggaol ini sudah masuk blacklist,” kata Tomi saat dikonfirmasi wartawan, Senin (9/3/2026).
Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat, mengingat perbankan, khususnya BRI, selama ini dikenal memiliki program pembiayaan yang menyasar sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Sejumlah warga berharap ada penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait mengenai kebijakan tersebut, agar pelaku usaha kecil di wilayah Haranggaol tetap memiliki akses terhadap permodalan untuk mengembangkan usahanya. (SNC)
Laporan: Soemardi Sinaga

