SimadaNews.com–Semangat toleransi dan kepedulian sosial terasa hangat di tengah suasana Ramadan di Kota Pematangsiantar.
Seorang pemuda generasi Z, Joshua Franklin Siahaan, menunjukkan kepeduliannya dengan membagikan sekitar 2.000 paket takjil kepada masyarakat yang melintas di Jalan Merdeka, tepat di depan Lapangan Parkir Pariwisata, Sabtu (14/3/2026) menjelang waktu berbuka puasa.
Joshua, yang akrab disapa JF, turun langsung bersama kedua orang tuanya, Teddy Robinson Siahaan dan Susi br Hasibuan, membagikan takjil kepada para pengendara dan warga yang melintas di kawasan tersebut.
Meski sempat diguyur hujan, kegiatan sosial itu tetap berlangsung lancar dan penuh kehangatan.
Di tengah lalu lintas kendaraan yang mulai padat menjelang berbuka, satu per satu paket takjil dibagikan kepada pengendara roda dua, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas.
Joshua mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian serta upaya mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadan, khususnya bagi umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
“Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat berbagi terhadap sesama serta menciptakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan, kedamaian, dan toleransi,” ujar Joshua.
Pemuda yang diketahui menganut agama Kristen Protestan itu menegaskan bahwa berbagi tidak seharusnya dibatasi oleh perbedaan agama, suku, maupun latar belakang.
“Ini bukti bahwa untuk berbagi kita tidak perlu melihat perbedaan agama, suku, dan ras. Kita semua bersaudara. Mari kita sama-sama merawat toleransi, termasuk di Kota Pematangsiantar ini,” katanya.
Aksi Joshua menjadi gambaran nyata sikap toleransi generasi muda. Sejumlah data dari Kementerian Agama Republik Indonesia bahkan menunjukkan bahwa Generasi Z dikenal memiliki tingkat toleransi yang tinggi, serta cenderung menolak praktik persekusi atau pembubaran kegiatan keagamaan pihak lain.
Suasana pembagian takjil semakin terasa hangat ketika sejumlah remaja yang melintas menghampiri Joshua untuk sekadar menyapa dan berfoto bersama.
“Ini takjilnya dari Bang Joshua. Kami maulah foto sama Bang Joshua,” ujar beberapa remaja dengan antusias, yang langsung disambut ramah oleh Joshua.
Meski lahir dan besar di Jakarta, Joshua mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Kota Pematangsiantar yang ia anggap sebagai rumah keduanya.
“Saya merasa cinta dengan Kota Siantar. Di sini tenang, damai, dan nyaman,” ungkapnya.
Sementara itu, ayah Joshua, Teddy Robinson Siahaan yang dikenal masyarakat dengan panggilan TRS menyebut kegiatan berbagi takjil tersebut sebagai wujud kasih dan kepedulian terhadap masyarakat Kota Pematangsiantar.
Ia juga mengingat kembali perjalanan hidupnya saat pernah mencalonkan diri sebagai Wali Kota Pematangsiantar.
“Dulu saya pernah mencalonkan diri menjadi Wali Kota untuk membawa Pematangsiantar menjadi lebih baik. Namun Tuhan berkehendak lain. Karena itu saya sampaikan kepada anak saya, kita datang ke Siantar ini dengan tulus dan ikhlas,” tutur TRS.
Di tengah rintik hujan yang sempat turun sore itu, semangat berbagi tidak surut. Ratusan warga yang melintas menerima takjil dengan senyum dan ucapan terima kasih.
Momentum sederhana tersebut seakan menjadi pengingat bahwa di tengah perbedaan, nilai kemanusiaan dan kepedulian tetap mampu menyatukan masyarakat dalam harmoni.
Di Kota Pematangsiantar, pesan toleransi itu kembali ditegaskan kali ini melalui aksi kecil seorang anak muda generasi Z. (SNC)
Laporan: Sabarudin Purba

