Di jantung Kota Medan, terdapat sebuah ruang sunyi yang menyimpan jejak panjang perjalanan ekonomi Nusantara.
Di tempat inilah sejarah uang dari koin kerajaan hingga rupiah modern terpajang sebagai saksi perubahan zaman. Tempat itu adalah Museum Uang Sumatera.
Museum tersebut menghadirkan ribuan koleksi alat pembayaran dari berbagai periode sejarah, mulai dari koin kerajaan, uang kolonial, hingga rupiah yang digunakan pada masa kini.
Didirikan oleh kolektor uang kuno asal Sumatera Utara, Saparudin Barus, museum ini resmi dibuka untuk publik pada 2 Mei 2017 dengan tujuan menjaga sekaligus memperkenalkan warisan sejarah sistem keuangan Indonesia kepada masyarakat luas.
Koleksi Langka dari Kerajaan hingga Masa Kolonial
Pengunjung yang datang seolah diajak menelusuri lorong waktu. Di balik etalase kaca tersusun berbagai koin kuno dari kerajaan dan kesultanan di Nusantara, seperti Aceh, Deli, hingga Majapahit. Tak hanya itu, terdapat pula uang kertas dari era Hindia Belanda, masa pendudukan Jepang, hingga periode awal kemerdekaan Indonesia.
Pemandu museum, Dicky Armanda, menjelaskan bahwa koleksi yang dipamerkan bukan hanya uang logam dan uang kertas.
“Di museum ini terdapat berbagai jenis koleksi, mulai dari koin masa kerajaan, uang kertas era kolonial, hingga alat pembayaran modern yang menunjukkan perkembangan sistem ekonomi dari masa ke masa,” ujarnya.
Selain uang, museum ini juga menampilkan benda-benda terkait aktivitas ekonomi masa lampau, seperti kupon transaksi, token perkebunan, dokumen keuangan lama, hingga mesin pencetak uang peninggalan era kolonial yang kini menjadi artefak bersejarah.
Edukasi Ekonomi yang Menghidupkan Sejarah
Keberadaan museum ini bukan sekadar memamerkan koleksi antik. Lebih dari itu, tempat ini menjadi sarana edukasi untuk memahami evolusi sistem ekonomi Indonesia dari masa ke masa.
Dari masa ketika masyarakat menggunakan alat tukar sederhana hingga hadirnya sistem mata uang modern, seluruh perjalanan tersebut tersaji dalam satu ruang yang sama.
Seorang pengunjung, Tarwiyah, mengaku terkesan setelah melihat langsung koleksi yang dipamerkan.
“Saya baru menyadari bahwa perjalanan sejarah uang di Indonesia sangat panjang. Koleksinya sangat lengkap, mulai dari uang masa kerajaan hingga periode kemerdekaan,” katanya.
Destinasi Wisata Sejarah yang Jarang Diketahui
Meski menyimpan koleksi berharga, museum ini masih menjadi destinasi yang belum banyak diketahui wisatawan. Padahal, bagi pecinta sejarah maupun pelajar, tempat ini menawarkan pengalaman belajar yang berbeda memahami sejarah bangsa melalui perjalanan alat pembayaran.
Di ruang yang sederhana itu, uang tidak lagi sekadar alat transaksi. Ia berubah menjadi bukti sejarah, yang merekam dinamika kekuasaan, perdagangan, hingga perjuangan ekonomi bangsa. (SNC)

