SimadaNews.com–Gerakan pemberdayaan keluarga di Kabupaten Simalungun mulai dipacu lebih serius. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar rapat koordinasi (rakor) strategis di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Pamatang Raya, Selasa (17/3/2026), dengan target utama mengoptimalkan 10 nagori percontohan tahun 2026.
Rakor ini dihadiri langsung Bupati Simalungun Dr H Anton Ahmad Saragih, jajaran perangkat daerah, para pangulu nagori, hingga pengurus TP PKK dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa percontohan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Nagori (PMPN) Elyanto Purba menegaskan, pertemuan ini menjadi kunci menyatukan langkah lintas tingkatan PKK.
Tujuannya, agar pembinaan di nagori percontohan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terarah dan terkoordinasi.
“Melalui rakor ini, kita menyamakan persepsi dari kabupaten hingga nagori, sehingga program bisa berjalan optimal sesuai tugas dan fungsi masing-masing,” jelas Elyanto.
Sebanyak 10 nagori telah ditetapkan sebagai lokus percontohan dengan fokus program yang berbeda. Mulai dari tertib administrasi, pola asuh anak di era digital, peningkatan pendapatan keluarga (UP2K PKK), hingga program kesehatan seperti Posyandu dan pemeriksaan IVA.
Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih, menekankan bahwa kunci keberhasilan gerakan PKK terletak pada kekuatan sinergi.
Ia meminta seluruh perangkat daerah aktif menyampaikan program yang bersinggungan dengan PKK, sehingga dapat diteruskan kepada masyarakat melalui jaringan kader di lapangan.
“Saya berharap rakor ini bukan sekadar pertemuan, tetapi mampu memperkuat kebersamaan, menyamakan langkah, dan melahirkan strategi yang lebih baik ke depan. Kita maju karena solid, dan berhasil karena konsisten,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Simalungun memberikan apresiasi atas peran nyata TP PKK yang dinilai menyentuh langsung kehidupan masyarakat dari level keluarga.
Ia bahkan mengaku baru kali ini mengikuti rakor PKK secara penuh dan semakin memahami besarnya kontribusi organisasi tersebut dalam pembangunan daerah.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya seremonial. Harus berkelanjutan dan berdampak nyata. PKK punya kekuatan besar dalam mempercepat pembangunan dari tingkat keluarga hingga nagori,” ujar Bupati.
Bupati juga mengaitkan program ini dengan visi daerah “Bersama Semangat Baru Menuju Simalungun Maju”, seraya mendorong seluruh perangkat daerah untuk memperkuat kolaborasi dalam mempersiapkan nagori percontohan 2026.
Rakor kemudian dilanjutkan dengan pemaparan jadwal supervisi dan monitoring oleh Sekretaris TP PKK Rika Sihite, serta pembahasan teknis yang dipandu Ketua Bidang Penghayatan Pancasila Lurinim Purba.
Dengan langkah awal ini, Pemkab Simalungun berharap 10 nagori percontohan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar menjadi model pembangunan berbasis keluarga yang bisa direplikasi di seluruh wilayah. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan

