SimadaNews.com- Perayaan Dies Natalis ke-48 Sekolah Tinggi Teologi (STT) HKBP Pematangsiantar berlangsung khidmat dan penuh makna di lapangan kampus Jalan Sangnaualuh, Minggu (12/4).
Momentum ini menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan, tetapi juga ruang refleksi spiritual sekaligus penguatan harapan menghadapi perjalanan menuju tahun jubileum.
Rangkaian acara diawali dengan ibadah yang dipimpin Pdt. Bernard Manik, M.Th., diikuti sivitas akademika dan para undangan.
Nuansa religius yang kental menjadi landasan awal peringatan, menegaskan identitas kampus sebagai lembaga pendidikan teologi yang berakar kuat pada nilai-nilai iman.
Ketua STT HKBP Pematangsiantar, Dr. Sukanto Limbong, M.Th., menegaskan bahwa Dies Natalis kali ini memiliki arti strategis sebagai titik persiapan menuju jubileum.
Mengusung tema “Berakal Budi dan Berpengharapan Sepenuhnya kepada Allah,” ia mengajak seluruh civitas akademika untuk tetap teguh dalam iman di tengah tantangan zaman.
“Pengharapan tidak akan mengecewakan ketika iman tetap kuat. Keduanya harus terus bertumbuh dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menekankan komitmen institusi dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Upaya revitalisasi kelembagaan terus didorong guna meningkatkan kualitas pendidikan teologi yang unggul, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ketua panitia, Pdt. Julius Simaremare, M.Th., menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan. Beragam agenda turut digelar, mulai dari perlombaan mahasiswa hingga kegiatan pelayanan ke masyarakat.
“Ini menjadi wujud nyata kecintaan terhadap kampus sekaligus pengabdian kepada masyarakat. Harapan kami, STT HKBP semakin unggul dan berintegritas,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution melalui Asisten III Pemprov Sumut, Muhammad Suib, memberikan apresiasi atas peran STT HKBP dalam mencetak sumber daya manusia yang berdampak luas, khususnya di bidang pelayanan gereja dan kehidupan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, Dies Natalis harus dimaknai sebagai momentum refleksi untuk merancang langkah ke depan secara lebih terarah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada aspek fisik dan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan manusia yang berkarakter dan berintegritas.
“Di sinilah peran strategis lembaga pendidikan seperti STT HKBP dalam mencetak generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” ujarnya.
Perayaan ini turut dihadiri berbagai tokoh dan undangan, termasuk perwakilan pemerintah daerah, unsur HKBP dari berbagai distrik, serta organisasi kepemudaan.
Kehadiran berbagai elemen tersebut memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan, gereja, dan masyarakat dalam membangun masa depan yang lebih baik. (SNC)

