SimadaNews.com- Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama masyarakat lintas elemen menggelar Perayaan Paskah Oikumene Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Gedung GKPS Kongsilaita, Pamatang Raya, Senin (4/5/2026).
Suasana penuh sukacita dan kekhusyukan menyelimuti rumah ibadah tersebut. Momen ini menjadi gambaran nyata kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Simalungun. Ibadah dipimpin oleh Pdt. John Christian Saragih, S.Th., M.Sc.
Mengangkat tema “Kristus Bangkit Membaharui Kemanusiaan Kita” dari 2 Korintus 5:17, perayaan ini diperkaya subtema tentang kebangkitan Kristus sebagai dorongan menjadikan Simalungun sebagai ciptaan baru yang menjunjung keadilan, perdamaian, dan solidaritas.
Rangkaian acara berlangsung semarak namun tetap sarat makna. Mulai dari drama musikal yang menggambarkan penyaliban Yesus Kristus hingga pujian rohani yang menggugah iman jemaat.
Penampilan dari jemaat GKPS Kongsilaita, paduan suara TP PKK, Dharma Wanita Persatuan (DWP), hingga vocal group Pemkab Simalungun turut menambah semarak perayaan.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan ini, termasuk unsur Forkopimda, jajaran pejabat dan ASN Pemkab Simalungun, para camat, organisasi gereja, serta masyarakat luas.
Perwakilan Forkopimda, S. Samrin Girsang, dalam pesannya mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum Paskah sebagai refleksi hidup.
“Selamat Paskah. Momentum ini mengingatkan kita untuk terus meneladani Yesus Kristus dalam setiap perjuangan hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Hj. Darmawati Anton Achmad Saragih, menekankan pentingnya menjaga toleransi di tengah keberagaman.
Menurutnya, perbedaan suku, budaya, dan agama justru menjadi kekuatan besar dalam membangun persatuan.
“Kita harus terus menjaga sikap saling menghormati. Keluarga yang kuat dan toleran akan melahirkan generasi yang menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.
Hal senada juga disampaikan dalam sambutan Bupati Simalungun, Dr. H. Anton Achmad Saragih, yang dibacakan oleh Sekda Mixnon Andreas Simamora. Bupati mengapresiasi partisipasi seluruh pihak serta berharap nilai Paskah membawa perubahan positif dalam kehidupan masyarakat.
Ia juga mendorong agar perayaan keagamaan ke depan semakin difokuskan di lingkungan gereja demi menjaga kekhidmatan.
Perayaan Paskah Oikumene ini pun ditutup dengan harapan besar—agar semangat kebangkitan Kristus benar-benar menjadi titik awal pembaruan, memperkuat persatuan, serta menghadirkan kehidupan yang lebih adil, damai, dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Simalungun. (SNC)
Laporan: Pirhot Nababan


