SimadaNews.com – Pengungkapan kasus pengeroyokan yang menyebabkan tewasnya seorang pemuda, Jaka Jannes Malau (24), menjadi salah satu sorotan dalam konferensi pers yang digelar Polres Pematangsiantar, Selasa (9/6/2026).
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada pemaparan polisi, melainkan juga pada kedatangan ibu korban yang datang mencari kepastian hukum atas kematian anaknya.
Konferensi pers yang berlangsung di Mapolres Pematangsiantar dipimpin langsung Kapolres Pematangsiantar, Sah Udur T.M. Sitinjak, didampingi jajaran Satreskrim dan Satresnarkoba.
Dalam keterangannya, Kapolres mengungkapkan bahwa peristiwa yang merenggut nyawa Jaka terjadi pada Kamis malam, 28 Mei 2026, sekitar pukul 21.20 WIB di kawasan Taman Bunga, Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, tepat di depan Kantor Wali Kota Pematangsiantar.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan sedikitnya enam orang diduga terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.
Dari jumlah itu, dua orang berinisial RP (24) dan FS (34) telah diamankan serta ditahan polisi. Sementara satu terduga pelaku lainnya masih menjalani perawatan medis.
“Motifnya, korban merupakan pembuat tato dan salah satu pelaku ingin membuat tato. Diduga terjadi perselisihan yang berkaitan dengan harga,” ujar AKBP Sah Udur Sitinjak saat memaparkan perkembangan perkara.
Selain mengamankan para tersangka, penyidik juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya rekaman video yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Ibu Korban Datang Menuntut Kejelasan
Suasana konferensi pers yang semula berlangsung formal mendadak berubah emosional ketika seorang perempuan yakni Boru Siallagan, yang diketahui merupakan ibu korban, tiba-tiba hadir di lokasi.
Kedatangannya menarik perhatian para wartawan dan peserta konferensi pers. Dengan penuh harap, ia menyampaikan langsung kepada Kapolres bahwa dirinya masih menunggu penjelasan mengenai perkembangan kasus yang menewaskan anaknya.
“Saya sebelumnya sudah diminta datang minggu lalu, tetapi sampai sekarang belum mendapatkan penjelasan terkait perkembangan kasusnya. Karena itu saya datang kembali hari ini,” ungkapnya di hadapan awak media.
Perempuan tersebut mengaku baru tiba dari Medan sebelum mendatangi Mapolres Pematangsiantar. Saat mengetahui adanya konferensi pers terkait kasus yang menimpa anaknya, ia memutuskan menyampaikan keluhannya secara langsung kepada pihak kepolisian.
Menanggapi hal itu, jajaran Polres Pematangsiantar kemudian mengarahkan ibu korban ke ruang penyidik guna memperoleh penjelasan lebih rinci mengenai proses penanganan perkara.
Momen tersebut menjadi sorotan tersendiri dalam konferensi pers. Di tengah proses hukum yang masih berjalan, keluarga korban berharap pengusutan kasus dilakukan secara terbuka, tuntas, dan mampu memberikan kepastian hukum atas kematian Jaka Jannes Malau. (SNC)
Laporan: Sabarudin Purba


