SimadaNews.com – Traffic light di persimpangan Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Patuan Anggi dan Jalan Pdt. Justin Sihombing, Kota Pematangsiantar, kembali mengalami gangguan dan tidak berfungsi normal.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena terjadi tidak lama setelah lampu lalu lintas itu sempat diperbaiki dan kembali beroperasi.
Salah seorang pengguna jalan, Harry Lingga, menilai kerusakan yang berulang menunjukkan perlunya evaluasi serius terhadap sistem pemeliharaan dan pengawasan fasilitas lalu lintas di Kota Pematangsiantar.
Menurutnya, persoalan yang menjadi perhatian publik bukan hanya padamnya traffic light, tetapi juga fakta bahwa gangguan serupa kembali terjadi dalam waktu relatif singkat setelah sebelumnya menjadi sorotan masyarakat dan media.
“Beberapa waktu lalu masyarakat sudah mengeluhkan kondisi traffic light yang padam di persimpangan ini. Setelah itu sempat berfungsi kembali, tetapi belum sampai sebulan kini kembali bermasalah. Tentu masyarakat bertanya-tanya, apakah perbaikannya memang dilakukan secara tuntas atau hanya bersifat sementara,” ujar Harry, Minggu (14/6/2026).
Harry menjelaskan, persimpangan tersebut merupakan salah satu titik lalu lintas yang cukup padat di Kota Pematangsiantar dan setiap hari dilintasi kendaraan dari berbagai arah. Ketika traffic light tidak berfungsi, pengendara terpaksa mengandalkan kehati-hatian masing-masing untuk melintas, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan hingga kecelakaan lalu lintas.
Ia meminta Pemerintah Kota Pematangsiantar melalui Dinas Perhubungan dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Jangan sampai pemerintah baru bergerak maksimal setelah terjadi kecelakaan atau muncul korban. Fungsi pemerintah adalah mencegah risiko sebelum musibah terjadi, bukan sekadar merespons setelah ada kejadian,” tegasnya.
Lebih lanjut, Harry mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kerusakan yang berulang, mulai dari kondisi perangkat, sistem kelistrikan, hingga pola pemeliharaan yang selama ini diterapkan.
Ia juga meminta pemerintah memberikan penjelasan secara terbuka kepada masyarakat mengenai penyebab gangguan tersebut serta langkah-langkah yang akan dilakukan untuk memastikan traffic light dapat berfungsi optimal dalam jangka panjang.
“Masyarakat tidak membutuhkan perbaikan yang hanya bertahan beberapa hari atau beberapa minggu. Yang dibutuhkan adalah kepastian bahwa fasilitas publik ini benar-benar dapat diandalkan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan,” katanya.
Sebagai pengguna jalan, Harry berharap persoalan tersebut menjadi perhatian prioritas pemerintah daerah mengingat traffic light merupakan salah satu sarana penting dalam menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
“Kami mendukung setiap upaya pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Namun kritik ini perlu disampaikan agar ada evaluasi dan perbaikan yang nyata. Keselamatan masyarakat tidak boleh dipertaruhkan karena lambannya penanganan atau buruknya pemeliharaan fasilitas publik,” pungkasnya. (SNC)
Laporan: Romanis Sipayung


