SimadaNews.com-Pemerintah Kabupaten Samosir memperkuat strategi percepatan pelaksanaan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) guna mengejar target capaian sebesar 65 persen pada tahun 2026.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Evaluasi Capaian Pelaksanaan dan Penggalangan Strategi Peningkatan PKG yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir di Aula Kantor Bupati Samosir, Selasa (30/6/2026).
Wakil Bupati Samosir, Ariston Tua Sidauruk, mengatakan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang menjadi prioritas Presiden Republik Indonesia sekaligus masuk dalam program prioritas Pemerintah Kabupaten Samosir untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Ariston menegaskan seluruh masyarakat harus memperoleh layanan pemeriksaan kesehatan gratis. Untuk itu, dibutuhkan strategi yang terintegrasi serta kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah desa, dan pemerintah kecamatan.
“Tim kesehatan diminta menyusun penjadwalan pelayanan PKG hingga menjangkau seluruh desa bahkan dusun, sehingga tidak ada masyarakat yang terlewat memperoleh layanan,” tegasnya.
Kepala Baperida Kabupaten Samosir, Rajoki Simarmata, menyampaikan peningkatan kualitas kesehatan merupakan salah satu pilar menuju Indonesia Emas. Menurutnya, keberhasilan Kabupaten Samosir mencapai Universal Health Coverage (UHC) harus diikuti dengan penguatan layanan kesehatan preventif melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis.
Ia menambahkan, dalam RPJMD Kabupaten Samosir, penguatan sistem kesehatan menjadi salah satu fokus pembangunan daerah. Karena itu, puskesmas dan bidan desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelaksanaan program.
“Keberhasilan PKG membutuhkan kebijakan yang tepat, dukungan anggaran, serta komitmen seluruh pihak. Mari mengajak masyarakat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis demi mewujudkan masyarakat yang lebih sehat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Samosir, dr. Dina Hutapea, mengungkapkan berdasarkan data aplikasi Satu Sehat Indonesiaku per 22 Juni 2026, jumlah masyarakat yang telah mengikuti PKG mencapai 36.162 orang atau 28,42 persen dari total sasaran 142.062 orang.
Menurutnya, program tersebut bertujuan mendeteksi penyakit sejak dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.
“Jika penyakit seperti kanker, tumor, maupun penyakit ginjal dapat ditemukan lebih awal, maka peluang kesembuhan meningkat dan beban pembiayaan kesehatan dapat ditekan. Anggaran yang dihemat selanjutnya dapat dialihkan untuk pembangunan sektor lainnya,” jelas dr. Dina.
Untuk mempercepat pencapaian target, Dinas Kesehatan meluncurkan inovasi JEMPOL PKG (Jemput Bola Pemeriksaan Kesehatan Gratis). Melalui inovasi ini, tim kesehatan akan mendatangi langsung wilayah yang sulit dijangkau serta membuka layanan PKG pada berbagai kegiatan masyarakat, termasuk pesta adat dan kegiatan desa.
Pemkab Samosir optimistis, melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, target capaian Pemeriksaan Kesehatan Gratis sebesar 65 persen pada tahun 2026 dapat tercapai bahkan terlampaui, sehingga masyarakat Samosir semakin sehat dan produktif.
Rapat tersebut turut dihadiri Asisten I Tunggul Sinaga, para camat, kepala desa, kepala puskesmas, serta para pemangku kepentingan terkait. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho


