• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Anomali Berlogika: Urgensi Reuni 212 ?

Diding Sukowiradi

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
25 November 2018 | 13:03 WIB
Rubrik: Sudut Pandang

Spektrum Politik Ajang Kampanye

Kedua, bagaimana kita memperjelas bahwasannya demo-demo waktu itu lebih mengarah kespektrum politik daripada dimensi agama?

Gampang sekali membaca dan membuktikannya, bukan?

Bahwa Ahok dituding menista agama–apalagi dengan dobel digit kekafirannya (katanya) itu. Lantas pertanyaannya, dimana letak korelasinya ketika senjata yang sama, diarahkan ke Jokowi? Bukankah Jokowi seorang pribumi tulen? Bukankah Jokowi seorang muslim yang taat? Kenapa mesti tetap dimusuhi?

Kemudian sangat patut diduga reuni 212 minggu depan itu ajang buat berkampanye. Dan pesertanya ya itu ke itu juga (untuk mendukung paslon lainnya). Bukankah, dengan demikian premis bahwa demo berjilid dulu itu karena dalil-dalil agama menjadi pupus? Jadi, bukankah Itu aktivitas politik yang dibungkus baju agama?

Jika pun masih belum puas dengan argumen diatas tetep kekeh bahwa kita mesti memilih pemimpin yang paling islamiya diadu saja.

Usulkan ke KPU bahwa kedua paslon tersebut-perlu diuji bagaimana cara sholat, mengaji, dst. Sangat sederhana membereskan soalnya, tanpa mesti pakai acara reuni segala macam.

Itulah mengapa, berabad lalu 1128-1198, Ibnu Rusyd sudah mengingatkan kita semua. “Jika ingin menguasai orang bodoh, bungkuslah sesuatu yang bathil dengan agama”.

Dan lebih gilanya lagi yang kini kita rasakan bersama ada model kampanye post truth untuk mengoyak logika kita. Menganomali logika waras. Menebarkan rasa cemas, ketakutan, pesimisme berkolaborasi dengan pemimpin agama yang berpolitik sektarian. Semua demi dan buat menggalang suara pemilih, untuk meraih kekuasaan. (*)

 

 

Page 2 of 2
Prev12
Peristiwa

Wesly Turun Langsung Bersihkan Drainase Sawah, Program Jumpa Berlian Digaungkan hingga ke Lingkungan Warga

5 Juni 2026 | 17:20 WIB
Peristiwa

Pelayanan BPS Simalungun Dievaluasi! FGD 5 Juni 2026 Libatkan Akademisi Hingga Wartawan

5 Juni 2026 | 15:58 WIB
Peristiwa

Siswa Afirmasi Diduga Dipungut Rp200 Ribu, Kepala Sekolah dan Cabdis Buka Fakta Sebenarnya

5 Juni 2026 | 15:27 WIB
Pesona

1.015 Pelari dari 34 Negara akan Ramaikan Trail of The Kings UTMB 2026 di Samosir

5 Juni 2026 | 14:44 WIB
Peristiwa

DPC PJS Kota Pematangsiantar Bentuk Panitia Muscab III, Siap Sukseskan Agenda Organisasi

5 Juni 2026 | 08:53 WIB
Peristiwa

URC Jatanras Polres Simalungun Ringkus 3 Pelaku Curanmor, Mobil Avanza Pengantar Kabur Turut Disita

5 Juni 2026 | 08:05 WIB
Peristiwa

Diduga Terlibat Alihkan Truk Jaminan Fidusia, Oknum TNI Digugat Perusahaan Leasing

4 Juni 2026 | 23:40 WIB
Peristiwa

Lima Pemilik Sabu dan Ganja Ditangkap, Polisi Sita 139 Paket Narkoba di Pematangsiantar

4 Juni 2026 | 23:06 WIB
Peristiwa

Diduga Sebarkan Video Asusila Mantan Pacar, Dua Warga Bintangbayu Dilaporkan ke Polres Sergai

4 Juni 2026 | 20:21 WIB
Sudut Pandang

Hadiri Pelantikan Panitia GAMKI, Wesly Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kepemimpinan Pemuda

4 Juni 2026 | 19:53 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber