Selama ini, kendala yang sangat terlihat ketika memberikan pelayanan yakni kurangnya buku. Dan selama ini, dia hanya mengandalkan niat-niat baik siapa saja yang mengirimkan buku ke Perpustakaan Sola Gracia.
”Seperti baru-baru ini, kita mendapatkan bantuan buku dari Yayasan Pancar Pijar Alkitab. Tapi masih sangat banyak buku yang dibutuhkan,” ucap Esra.
Kendala lainnya adalah karena banyak anak di Asmat tidak mau belajar.
“Bayangkan, mereka sering kali hanya akan mau belajar setelah diberi makan. Kalau tidak diberi makan, mereka sama sekali tidak mau belajar,” kata Esra sambil tertawa.
Namun. Esra tetap semangat. Karena baginya, melihat anak-anak terluar berkembang adalah salah satu mimpinya.
“Mumpung masih muda, Bang. Nanti, pas sudah berkeluarga, saya masih ingin melanjutkan. Tapi, siapa bisa menduga, jangan-jangan suami kurang mendukung,” tambahnya lagi.

Anak kedelapan dari sepuluh bersaudara ini mengharapkan, uluran tangan dari Tanah Air. Donasi buku bisa dikirimkan ke Jalan Frans Kaisepo Rt. 1 kampung/Desa Bis Agats, Kec/Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi. Papua, Kode Pos 99777.
“Buku jenis apa pun boleh, yang penting mendidik,” tegasnya.
Saat ini, Indonesia sedang menggalakkan budaya literasi. Presiden Jokowi bahkan sangat berkomitmen untuk mengembangkan budaya literasi. Karena itu, setiap tanggal 17, PT POS menggratiskan pengiriman buku.
Karena itu, menurut Esra, supaya tidak memberatkan donatur buku, sebaiknya pengirim buku mengirimkannnya pada tanggal tersebut.
“Kami tunggu buku bacaan umum, cerita rakyat/dongeng, buku pengetahuan umum, buku kerajinan dan keterampilan, buku psikologi dan kepribadian, buku agama, buku kesehatan, dan buku-buku atau bacaan yang bermanfaat lainnya,” tutup Esra. (riduan/snc)

