• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Sikap Disiplin sebagai Salah Satu Keteladanan Guru bagi Peserta Didik

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
28 Juli 2021 | 13:54 WIB
Rubrik: Sudut Pandang

Oleh | Frans Sipayung

 

Kita sering mendengar kata “disiplin” dalam proses pendidikan (sekolah). Dikutip dari Wikipedia, “disiplin” merupakan perasaan taat dan patuh terhadap nilai-nilai yang dipercaya merupakan tanggungjawabnya.

Nah, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah kata disiplin tersebut sudah dimulai dari tenaga pendidik (guru) terlebih dahulu? Misalnya ketika guru terlambat siapa yang mengenakan sanksi padanya?

Jelas kita tahu bahwa kejadian semacam ini sering terjadi. Tak jarang siswa kebanyakan memilih diam di dalam situasi seperti itu. Ada semacam ketakutan untuk menegur yang tertanam di dalam mindset (pola berpikir)-nya.

Dalam praktik pendidikan, kita tahu beberapa kegiatan yang menggambarkan sikap disiplin, diantaranya :

  1. Masuk sekolah tepat waktu.
  2. Berbaris dengan tertib.
  3. Berseragam sesuai ketentuan sekolah.
  4. Menaati tata tertib sekolah.
  5. Mendegarkan pelajaran yang tekun.
  6. Beribadah tepat waktu.
  7. Tidak terlambat masuk sekolah.
  8. Izin jika keluar kelas.
  9. Melaksanakan tugas piket.
  10. Membuang sampah pada tempatnya.
  11. Duduk dengan rapi.
  12. Berlaku sopan santun.

Dewasa ini, ketika melihat sebagian guru sering datang terlambat, yang ada hanya “pemakluman” saja. Sementara di sisi lain, kalau siswa yang terlambat sering diberikan sanksi, contoh seperti membersihkan halaman sekolah atau apa saja yang menjadi pantas di sekitaran sekolah itu wajib yang dilakukan siswa. Menurut penulis, hal ini merupakan sebuah tindakan diskriminasi.

Kita tahu, ketika guru terlambat, itu akan merugikan bagi anak-anak, seperti ketinggalan mata pelajaran tiap lesnya. Bahkan juga ketika guru terlambat, ruangan kelas akan ribut karena tidak ada yang mengontrol kelas tersebut.

Jelas kita tahu, bahwa guru itu harus jadi contoh dan teladan bagi setiap siswanya untuk memberikan energi yang positif agar benar-benar memberikan contoh yang patut diteladani oleh siswanya.

Kita melihat bahwa sebagian guru, menganggap sekolah itu hanya untuk mentransfer materi (ilmu) saja bukan lagi bagaimana mendidik anak-anak itu dengan benar, dan situasi ini membuat penulis merasa miris.

Oleh sebab itu, profesi guru, sebenarnya bukan hanya mengajar saja, melainkan mendidik siswa untuk menjadi disiplin di tengah-tengah keluarga, sekolah, lingkungan, bangsa dan negara.

Kita melihat bahwa fungsi guru itu, merencanakan tujuan belajar, mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar memimpin, yang meliputi memberikan motivasi, mendorong, dan memberikan stimulus pada siswa.

Mengawasi segala sesuatu, apakah sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.

Sebagaimana yang dimaksud dalam Undang Undang (UU) Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen menyebutkan bahwa “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta pada pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.”

Berlandaskan Undang-undang Republik Indonesia nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, tersebut dapat dipahami bahwa tugas guru bukan hanya mengajar atau menyampaikan materi pelajaran kepada siswa saja, tetapi juga mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi belajar siswanya.

Maka dengan itu, guru harus jadi panutan dan teladan bagi siswa/inya. Sebagaimana peribahasa berbunyi “Guru Kencing Berdiri, Murid Kencing Berlari”, guru seyogianya menjadi sosok yang digugu dan ditiru.

 

@Penulis, salah satu pendiri Kelompok Studi Pendidikan Merdeka (KSPM), Rumah Baca Pelita Bangsa dan seorang pendidik

Peristiwa

Penjual Mie Goreng di Pematangsiantar Ditemukan Meninggal Tergantung di Dalam Rumah

4 Juni 2026 | 11:24 WIB
Peristiwa

Rismaida br Siahaan Ditemukan Meninggal di Kedainya! Ternyata Dirampok, Pelaku Ditangkap saat Sembunyi di Hotel Nadia Siantar

4 Juni 2026 | 10:08 WIB
Peristiwa

Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

4 Juni 2026 | 09:47 WIB
Peristiwa

Ops Antik Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Ungkap 19 Kasus Narkotika dan Amankan 24 Tersangka

3 Juni 2026 | 20:57 WIB
Peristiwa

Kurir 1 Kilogram Sabu di Pematangsiantar Ternyata Residivis Empat Kali, Pernah Terlibat Pembakaran hingga Narkoba

3 Juni 2026 | 20:24 WIB
Peristiwa

Pura-pura Jadi Pembeli, Pria Gondol Emas Antam Bernilai Rp160 Juta dari Toko Emas di Pasar Horas Siantar

3 Juni 2026 | 17:33 WIB
Peristiwa

Operasi Antik Toba 2026, Polres Simalungun Ungkap 32 Kasus Narkoba dan Amankan 53 Tersangka

3 Juni 2026 | 14:36 WIB
Ekbis

Dukung Sensus Ekonomi 2026, Ariston Tua Tekankan Pentingnya Data Berkualitas untuk Pembangunan Daerah

3 Juni 2026 | 10:27 WIB
Peristiwa

Pergi Ibadah, Guru SD Kehilangan Cincin Berlian dan Jam Tangan Rp7 Juta, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

3 Juni 2026 | 07:59 WIB
Peristiwa

Dugaan Kejanggalan SIP Perawat di RS Laras, Ketua PPNI Simalungun Angkat Bicara

2 Juni 2026 | 22:21 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber