• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomePesona
Ulat sagu atau hidu yang digoreng siap disantap. Hmmm enaknya...

Ulat sagu atau hidu yang digoreng siap disantap. Hmmm enaknya...

Yummi…Enaknya Ulat Hidu yang Kaya Protein

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
6 Februari 2018 | 02:37 WIB
Rubrik: Pesona
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

MUNGKIN, anda merasa jijik bila melihat ulat yang satu ini. Postur ulat ini kecil berwarna kuning kecoklatan. Dan mendapatkan ulat ini, juga tidak begitu mudah.

Ya, namanya ulat sagu kalau di Indonesia bagian Timur. Sebab, hewan ini memang lebih banyak dadapati di pohon sagu di daerah sana. Namun di Sumatera Utara khususnya di Simalungun, hewan larva pemilik nama latin rhynchophorus ferruginesus ini, disebut dengan hidu. Di daerah Karo disebut Kidu. Dolok Sanggul dinamai Nasseleng.

Hidu didapati di pohon aren dan kelapa yang sudah membusuk.

merupakan larva dari kumbang merah kelapa yang hidup di batang sagu yang membusuk. Biasanya ada larva yang berasal dari telur kumbang kepala merah dan dalam waktu tertentu, berubah menjadi anak ulat hingga menjadi ulat dewasa.

Di Indonesia Bagian Timur, ulat ini biasa diolah dengan berbagai cara. Misalnya disate atau digoreng kering. Konon, ulat sagu memiliki rasa gurih di lidah.

Ulat mentah memiliki tekstur yang  kenyal, serta rasa asam, dan tawar dengan rasa asam yang lebih mendominasi.

Ulat matang akan renyah di bagian kulitnya, dan rasanya cenderung seperti sosis dengan tekstur yang kenyal dan padat.

Kelezatan makanan  berbahan dasar ulat sagu dipercaya berasal dari telur yang menetas pasca batang pohon membusuk yang kemudian menyebabkan banyaknya kumbang yang bertelur di situ.

Lemak ulat sagu terdiri dari asam kaprat, asam palmitat dan asam oleat, dengan total keseluruhan mencapai 86 persen. Kandungan tertinggi adalah asam kaprat  dan asam oleat. Hal tersebut menunjukkan bahwa lipid ulat adalah sumber lemak yang baik bagi bahan pangan.

Kandungan protein yang tinggi dalam ulat, nantinya akan digunakan untuk membentuk protein structural yang diperlukan dalam pembentukan jaringan tubuh larva.

Proteri hidu, sangat baik untuk kesehatan. Juga baik untuk pertumbuhan anak-anak, untuk wanita hamil agar memperlancar ASI.

Bang Saragih dan Bang Purba, saat ditemui SimadaNews, Senin (5/2) di daerah Sibuntuon sedang mengambil hidu, mengaku hidu memang enak dimakan, baik dimakan mentah maupun dimasak terlebih dahulu.

“Sankin enaknya, kamu lupa terlalu banyak kami makan,” kata Saragih sambil membasuh mukanya yang sudah mulai terlihat membengkak karena kebanyakan makan hidu.

Ya, reaksi protein ulat sagu atau hidu memang cepat. Memang kalau kebanyakan makan hidu di saat bersamaan, maka tubuh khususnya bagian muka bisa terlihat seperti membengkak. Tapi, itu tidak berlangsung lama. Sebab, dengan sendirinya muka yang membengkak akan kembali normal lagi.

Menurut Saragih, bagi orang yang memiliki gejala darah rendah sangat baik mengonsumsi ulat ini, guna menaikkan tekanan darah. Tetapi harus sesuai denga porsinya. Namun bagi pemilik tekanan darah yang tinggi, jangan coba-coba mengonsum ulat ini.

Kedua pemuda ini pun, mengaku ingin meneliti lebih jauh pengembang biakan ulat ini. Begitu jengan konsumsinya, apakah bisa diolah menjadi pil atau sejenisnya, supaya bisa tahan lama dan dikonsumsi kapan saja.

Nah, cara memasak ulat ini gampang saja. Bisa dicampur ke sayur, di sop, digoreng atau disambal bersama ikan.

Untuk pengambilan ulat, yang ada di pohon aren atau kelapa yang sudah lapuk. Pohonnya dibelah dengan kampak atau peralatan lainnya. Jika beruntung akan mendapat jumlah yang lumayan banyak. (pms/kpct/int/snc)

Tokoh

Andrew T. Panjaitan ST Terpilih Secara Aklamasi jadi Ketua DPC PJS Kota Pematangsiantar

7 Juli 2026 | 21:27 WIB
Peristiwa

Anton Saragih Disambut Meriah di Banjaran, Pastikan Sejumlah Proyek Infrastruktur untuk Raya Kahean

7 Juli 2026 | 20:53 WIB
Peristiwa

Nagori Dolog Parmonangan Perkuat Relawan Anti Narkoba, BNN Sebut Masuk Status Waspada

7 Juli 2026 | 20:23 WIB
Peristiwa

Nagori Dolog Parmonangan Perkuat Relawan Anti Narkoba, BNN Sebut Masuk Status Waspada

7 Juli 2026 | 20:23 WIB
Peristiwa

Proses Hukum Kasus Dugaan Pengeroyokan di Asrama YTBS Berlanjut, Korban Beri Kesaksian di PN Balige

7 Juli 2026 | 19:37 WIB
Peristiwa

Kejari Simalungun Jadi Pelopor Harmonisasi Perda dengan KUHP Nasional di Wilayah Kejati Sumut

7 Juli 2026 | 19:21 WIB
Sudut Pandang

Bunda PAUD Simalungun Gaungkan Wajib Belajar 13 Tahun, Ajak Orang Tua Prioritaskan Pendidikan Anak Usia Dini

7 Juli 2026 | 17:52 WIB
Peristiwa

Kios Sementara Dipersiapkan untuk Pedagang Pasar Dwikora Parluasan

7 Juli 2026 | 11:25 WIB
Peristiwa

Lima Remaja Diduga Ngelem Diamankan Timsus Dayok Mirah saat Patroli Malam

6 Juli 2026 | 22:17 WIB
Peristiwa

2.372 Mahasiswa KKN UNIMED Diserahkan ke Pemkab Samosir, Disebar di 59 Desa Selama 50 Hari

6 Juli 2026 | 21:15 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto