• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Refleksi Makna Perayaan Natal

May Luther Dewanto Sinaga

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
14 Desember 2018 | 13:20 WIB
Rubrik: Sudut Pandang

SIKLUS kehidupan menjadi sebuah prosesyang nyata dalam kehidupan, proses waktu yang terus berputar menuntun suka duka umat manusia di seluruh dunia, cita-cita menjadi sebuah mimpi besar yang hendak di capai oleh seluruh umat dengan berbagai cara hanya untuk menjawab tentang bagaimana bertahan hidup.

25 Desember diperingati oleh umat Kristiani setiap tahunnya sebagai peringatan hari lahirnya sang Juruselamat manusia. Yesus Kristus menjadi tokoh utamanya, dan merupakan sosok yang sangat luar biasa.

Natal bukanlah sekadar perayaan dengan pesta mewah dengan dekorasi indah dilihat mata, tetapi Natal mempunyai makna dari hati setiap orang yang merayakannya.

Tokoh Yesus digambarkan sebagai Allah yang turun langsung ke dunia untuk mengambil inisiatif penyelamatan dunia. Melalui pelayanan yang ditunjukkan Yesus merupakan bukti nyata bahwa Allah menempatkan dirinya pada posisi yang terendah untuk kemudian menjadi yang mulia.

Demikan hal nya dalam memberikan beberapa perubahan untuk mengubah dunia ini, harus dimulai dari hal yang kecil. Semua itu dapat dilakukan jika memulainya dari bawah, yaitu dimulai dari masyarakat yang termarjinalkan atau yang jauh dari sentuhan kasih sayang dan pelayanan.

Dalam memahami bagaimana kehidupan sesungguhnya, Yesus mengajarkan tindakan nyata dan kontekstual. Karena itulah, Natal harus kita pahami bukan hanya sebagai upacara seremoni saja, melainkan juga pengingat bagi kita bahwa Yesus pernah datang ke dunia ini dengan kesederhanaannya mengkontekstualisasikan ajaran Kristus lebih konkrit. Natal yang selalu dinantikan seringkali menjadi ajang menunjukan kemewahan, tampak persaingan ketika hampir semua kalangan merayakan Natal.

Lagu-lagu Natal yang dikumandangkan, pernak-pernik, hingga sampai makanan jasmani ketika Natal seringkali menjadi tolak ukur sukses atau tidaknya perayaan Natal. Sungguh ironis ketika Natal hanya diartikan sebagai pesta belaka tanpa melihat esensi sesungguhnya. Angka kemiskinan yang berangsur-angsur naik seharusnya menjadi poin penting untuk direfleksikan dalam perayaan Natal sekaligus menjadi doa bersama kita.

Kehadiran Yesus ke dunia bukan ingin menunjukan kemewahan dan pesta-pesta yang memakan biaya besar. Kehadiran Yesus yang lahir di kandang domba menunjukan kesederhaan. Kesederhanaan inilah yang harus kita bangun ketika kita merayakan Natal, bukan menjadi ajang menunjukkan kebolehan kita secara ekonomi.

Perayaan Natal yang kita saksikan akhir-akhir ini mulai melenceng dari pengertian sesungguhnya. Kemewahan dan hiruk-pikuk perayaan Natal seakan-akan membawa umat Kristiani untuk lupa akan esensi dari Natal tersebut. Demi menjaga gengsi, banyak yang melakukan Natal  tidak hanya di  gereja, melainkan di gedung-gedung mewah seperti hotel-hotel berbintang. Coba kita bayangkan berapa banyak biaya yang dibutuhkan untuk perayaan Natal seperti itu, yang menurut penulis akan lebih berguna biaya jutaan rupiah yang telah digunakan menyewa tempat mewah itu diberikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.

Inilah menurut saya selaku penulis yang menjadi bahan perenungan. Benarkah tujuannya merayakan Natal atau sekadar mengambil momen Natal sebagai waktu berpesta ria belaka?

Penulis mau mengajak setiap orang untuk kembali merefleksikan kebermaknaan Natal dalam kehidupan dan mengaplikasikan makna hidup sederhana seperti Kristus. Jangan sampai perayaan Natal menciderai esensi Natal tersebut. Apa artinya perayaan Natal dengan penuh kemewahan yang tidak berdampak kepada lingkungan dan masyarakat sekitar?

Perayaan Natal yang kontekstual seharusnya menjadi harga mati bagi kita yang mempercayai Kristus. Tegakah kita merayakan Natal dengan serba kemewahan tetapi di sekeliling kita banyak orang yang meminta tolong?

Dalam memaknai perayaan Natal tahun 2018 ini, penulis mau mengajak seluruh umat Kristen untuk menghidupi makna Natal yang sesungguhnya. Bagi saya selaku penulis, makna Natal adalah meretas kebodohan, kemiskinan, membebaskan kaum-kaum termarjinalisasi. Intinya, Natal harus membebaskan bukan memiskinkan. Selamat menyambut Natal 25 Desember 2018. (*)

Penulis adalah Kabid Organisasi dan Komunikasi GMKI Pematangsiantar-Simalungun

Peristiwa

Wesly Turun Langsung Bersihkan Drainase Sawah, Program Jumpa Berlian Digaungkan hingga ke Lingkungan Warga

5 Juni 2026 | 17:20 WIB
Peristiwa

Pelayanan BPS Simalungun Dievaluasi! FGD 5 Juni 2026 Libatkan Akademisi Hingga Wartawan

5 Juni 2026 | 15:58 WIB
Peristiwa

Siswa Afirmasi Diduga Dipungut Rp200 Ribu, Kepala Sekolah dan Cabdis Buka Fakta Sebenarnya

5 Juni 2026 | 15:27 WIB
Pesona

1.015 Pelari dari 34 Negara akan Ramaikan Trail of The Kings UTMB 2026 di Samosir

5 Juni 2026 | 14:44 WIB
Peristiwa

DPC PJS Kota Pematangsiantar Bentuk Panitia Muscab III, Siap Sukseskan Agenda Organisasi

5 Juni 2026 | 08:53 WIB
Peristiwa

URC Jatanras Polres Simalungun Ringkus 3 Pelaku Curanmor, Mobil Avanza Pengantar Kabur Turut Disita

5 Juni 2026 | 08:05 WIB
Peristiwa

Diduga Terlibat Alihkan Truk Jaminan Fidusia, Oknum TNI Digugat Perusahaan Leasing

4 Juni 2026 | 23:40 WIB
Peristiwa

Lima Pemilik Sabu dan Ganja Ditangkap, Polisi Sita 139 Paket Narkoba di Pematangsiantar

4 Juni 2026 | 23:06 WIB
Peristiwa

Diduga Sebarkan Video Asusila Mantan Pacar, Dua Warga Bintangbayu Dilaporkan ke Polres Sergai

4 Juni 2026 | 20:21 WIB
Sudut Pandang

Hadiri Pelantikan Panitia GAMKI, Wesly Tekankan Pentingnya Persatuan dan Kepemimpinan Pemuda

4 Juni 2026 | 19:53 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber