• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/

slot gacor

Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang
Jerry Sumampouw, Pdt Saut H Sirait, Robert Tua Siregar dan Raja Juli Antoni., saat menjadi narasumber pada Diskusi Panel yang digelar KOMADEM, Rabu (6/2). (Foto:HermantoSipayung/SimadaNews.com)

Jerry Sumampouw, Pdt Saut H Sirait, Robert Tua Siregar dan Raja Juli Antoni., saat menjadi narasumber pada Diskusi Panel yang digelar KOMADEM, Rabu (6/2). (Foto:HermantoSipayung/SimadaNews.com)

Hoax Merusak Bangsa, Masyarakat harus Bersama Memerangi

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
7 Februari 2019 | 19:39 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Informasi yang tersebar tanpa data akurat atau hoax, dapat merusak sendi-sendi tatanan bangsa. Untuk itu, masyarakat harus bersama-sama memeranginya.

Itulah paling tidak kesimpulan yang bisa dimbil dari hasil Diskusi Panel yang digelar Komunitas Mata Demokrasi (KOMADEM), Rabu (6/2) di Convention Hall Siantar Hotel.

Hadir sebagai narasumber pada diskusi itu, Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jerry Sumampouw, Akademisi dan Rohaniawan Pdt  Saut H Sirait, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Sultan Agung Kota Siantar, Robert Tua Siregar dan Sekjen  Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni.

Dalam diskusi bertajuk Bahaya Informasi Hoax Bagi Pertumbuhan Demokrasi Indonesia, Jerry Sumampouw menegaskan, bahwa Hoax adalam ancaman bagi tatanan bangsa Indonesia.

Mudahnya penyebaran informasi, melalui media sosial kini sangat mudah dikonsumi masyarakat. Ironisnya, lanjut Jerry, Hoax dikonsumsi oleh pihak-pihak yang ingin merebut kekuasaan yang tanpa sengaja mendistribusikan informasi yang tidak benar dan tidak memiliki data yang akurat.

“Ini sangat berbahaya. Dan membuat masyarakat Indonesia dalam hal ini pemilih, tidak merdeka. Tidak bebas bereksepresi ketika menggunakan hak pilihnya,” ujar Jerry.

Senada dengan Jerry, Raja Uli Antoni menyayangkan, ulah politisi yang memilih jalan taktis mempengaruhi masyarakat. Jalan taktis yang dimaksud, yakni menyebarkan berita Hoax.

Selain berita Hoax, politisi-politisi banyak menggunakan isu agama hanya untuk merebut kekuasaan yang jelas-jelas meruksa sistim demokrasi.

“Atas kondisi itulah, makanya pihak kami beberapa waktu lalu. Memberikan “Kebohongan Award” kepada mereka tokoh-tokoh yang dinilai sudah kerap menyebar berita tidak benar. Paling tidak, itu mengingatkan mereka, bahwa mereka pernah menyampaikan hal-hal yang tidak benar ke publik,” pungkas Antoni.

Dia menuturkan, pada prinsipnya kebohongan yang disebar para pihak-pihak tertentu, tidak akan merubah apapun dalam proses demokrasi yang ada. Sebab, mereka akan terus menerus melakukan kebohongan lagi untuk menutup kebohongan sebelumnya.

“Mereka-mereka tidak peduli, mau berulang-ulang menyebarkan kebohongan. Ini yang membahayakan masa depan bangsa Indonesia,” imbuh Antoni.

Sisi lain, Robert Tua Siregar, menuturkan, bahwa distribusi berita Hoax yang sangat rentan ada pada jejaring media sosial yang sangat mudah diakses masyarakat. Sedangkan terhadap media online atau media cetak, sangat bisa diminimalisir. Sebab, media online atau media cetak, memiliki proses yang sangat panjang ketika hendak disajikan menjadi berita.

“Kalau media, ka nada editornya, ada redaksinya yang melakukan penyaringan. Lain dengan media sosial, yang langsung bisa diperoleh tanpa ada penyaringan informasi,” sebut Siregar.

Mengantisipasi itu, lanjut Siregar, dibutuhkan data dan fakta dan dilakukan uji kebenaran terhadap suatu informasi.  Selain itu, edukasi terhadap masyarakat sangat perlu untuk menganalisa sebuah informasi dengan benar.

Sementara, Pdt Saut H Sirait, menambahkan, bahwa segala data yang ada harus diolah menjadi informasi yang baik, sesuai fakta yang ada.

Menurut Saut, apabila informasi disampaikan sesuai fakta yang ada, tentunta informasi itu bukan Hoax. Tetapi, sering terjadi dalam penyajian informasi, pemberi atau penulis informasi memasukkan kata-kata yang tidak sesuai atau opini, sehingga informasi itu menjadi tidak benar.

“Jadi diperlukan kesadaran secara bersama-sama, atas perlunya informasi yang benar sesuai data dan fakta yang ada. Dengan begitu, kita sudah melawan Hoax,” ujarnya.

Sebelumnya, Alpredo P Saragin dan Fawer Fullfander Sihite, dari KOMADEM, menyebutkan, diskusi publik yang mereka gelar, karena adanya rasa keprihatinan demokrasi Indonesia yang sudah cenderung mengarah pada politik perpecahan karena hoax.

Mereka menilai, perlu ada pemahaman yang sama bahwa Hoax merupakan lawan bersama masyarakat karena dapat merusak sendi-sendi kehidupan sosial antar masyarakat.

Mereka menambahkan, kiranya dengan adanya diskusi yang intens dilakukan, maka distribusi hoax bisa diminimalisir, sehingga masyarakat benar-benar dengan sendirinya memahami serta memilah informasi yang benar,untuk dijadikan referensi dalam menjalankan aktivitasnya. (manto/snc)

Peristiwa

Pisah Sambut Dandim 0210/Tapanuli Utara, Bupati Samosir Harapkan Sinergi Forkopimda Semakin Solid

25 Juli 2026 | 00:08 WIB
Peristiwa

Budiman Silalahi jadi Kepala BPBD Simalungun Gantikan Resman Saragih

24 Juli 2026 | 23:27 WIB
Ekbis

Kolaborasi Pemko dan Dunia Usaha, Job Fair Pematangsiantar Sediakan 939 Lowongan Kerja

24 Juli 2026 | 21:16 WIB
Peristiwa

Dibangun, 5 Km Ruas Jalan Gonting-Janji Samosir Berbiaya Rp27,85 Miliar

24 Juli 2026 | 19:42 WIB
Peristiwa

Wisuda 360 Peserta Sekolah Lansia Tangguh, Bupati Simalungun: “Semangat Belajar Tidak Pernah Dibatasi Oleh Usia”

24 Juli 2026 | 17:51 WIB
Peristiwa

Cegah Kecelakaan Sejak Dini, Satlantas Polres Simalungun Koordinasikan Rehab Taman Lalu Lintas TK Tunas Bangsa Bersama PTPN IV

24 Juli 2026 | 16:59 WIB
Peristiwa

Ditangkap, Pria Terduga Pengedar Sabu di Kotapinang

24 Juli 2026 | 15:16 WIB
Sudut Pandang

Audensi dengan Bupati Labusel, Cipayung Plus Labuhanbatu Raya Siap Jadi Mitra Strategis Pembangunan

24 Juli 2026 | 12:04 WIB
Peristiwa

Miliki Ganja, Sabu dan Ekstasi, Dua Pria Warga Simalungun Ditangkap di Siantar

24 Juli 2026 | 11:08 WIB
Peristiwa

Vanessa Pemain Film “Horas Amang” Jadi Korban KDRT, Tolak Berdamai dengan Suaminya

24 Juli 2026 | 10:18 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

slot gacor

slot gacor