• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/

slot gacor

Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeSudut Pandang

Selamat Datang Era Legitimasi Vs Legalitas

Oleh: Charles HM Siahaan, SH

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
16 Februari 2024 | 21:24 WIB
Rubrik: Sudut Pandang
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

PUJI Syukur pada Sang Ilahi ! Pemilu Serentak 2024 sampai saat ini berjalan sesuai agendanya..

Ternyata jnggulan pilihan politik perwakilan rakyat  adalah PDI Perjuangan.  Untuk  pilihan presiden  (kekuasaan), Aneh juga kalau yang menang bukan Paslon 02 yang senafas dengan Jokowi.

Atas hasil Hitung Cepat (Quick Count) dari sejumlah lembaga patut diucapkan “Selamat Paslon 02”.

Dengan tingkat literasi rakyat yang sangat rendah, dari fakta proses Pemilu 2024 ini , cukup jua beri edukasi politik pada rakyat dan niscaya akan menambah jejak historis perjalanan demokrasi di negeri tercinta Indonesia..

Perlu selalu kita ingat bahwa Kebenaran pasti dan selalu punya jalan sendiri hadir dan nyata bagi semesta sesuai nilai etik moral kebajikannya.

Syukur padamu Allahku, Kau beri kesempatan bagi kami memberi didikan Etika Moral bagi anak keturunan kami arungi hidup di rumah bersama Indonesia yang sampai saat ini kehadiran negara pada nilai Budaya Waris Leluhur (Culture & Heritage) sangat minim.

Adapun, sampai dengan berlangsungnya proses hari Pencoblosan Pemilu 14 Februari 2024 yang dilengkapi dengan hasil hitung cepat (quick count), walaupun hasil hitung resmi dari KPU belum diterbitkan, dengan mengikuti nafas Hati Nurani  yang bersandar/melekat pada nilai etik dan moral  yang hidup di masyarakat, dijumpai sejumlah catatan menarik yang dapat disebut sebagai ANOMALI PRAKTEK DEMOKRASI yang dapat digambarkan jua sebagai kondisi “Langit Demokrasi Masih MENDUNG”.

Memang tahapan-tahapan pemilu masih berlangsung alias belum selesai, namun SUARA AKAL SEHAT sangat sulit dibendung menjadi suara diam.

Dalam hal ini, secara detail, Para Ahli Hukum dan Ahli Forensik niscaya akan sangat mudah menguak fakta / peristiwa rangkaian proses pemilu kali ini sejak pra pendaftaran caleg (calon legislatif) maupun paslon capres / cawapres sampai dengan sesaat pasca hari pencoblosan 14 Februari 2024.

Sehingga dapat diperoleh kesimpulan , misalnya : 1. Apakah Praktek Demokrasi ini sesuai Etik Moral dan Adab Kedaulatan?.

2. Apakah ada / tidak masalah hukum?. 3. Apakah Hasil Pileg / Pilpres 14 Februari 2024 ini Haram atau Halal?. Bagaimana Hasil Kerja KPU kelak ?

Dari sekumpulan catatan dijumpai rangkaian fakta “Anomali Pemilu (Pileg & Pilpres) 2024”, yang antara lain , yaitu : Pemenang Pilpres tidak berbanding lurus dengan pemenangan parpolnya.

Dapat diikuti dengan simulasi perbandingan silogisme hasil prosentase yang dikonversikan kedalam angka suara.

Misalnya (versi Quick Count dengan margin eror 1persen ) 14 Februari 2024 : Jumlah DPT Nasional = 225 juta.

Perolehan Suara Paslon No.3 = 18 persen = 40.500.000 suara. Dari 3 paslon
Perolehan Suara Legislatif PDI Perjuangan= 18 persen = 40.500.000 suara dari 18 Parpol Nasional.

Perolehan Suara Legislatif PPP = 5 persen = 11.250.000 suara dari 18 Parpol Nasional
Perolehan Suara Legislatif.

Perindo = 2.700.000 suara dari 18 Parpol Nasional. Total suara parpol = 54.450.000 suara

Pertanyaannya, Apakah artinya selisih antara angka suara pilpres paslon 03 = 40.500.000 dengan angka suara pileg = 54.450.000 suara ?”

Parpol nya Jokowi (PSI) nggak lolos ke Senayan jua. Paslon Pemenang Pilpres adalah Paslon yg meninggalkan jejak “Kerusakan Bangunan Demokrasi”.

Perbedaan Hasil pergitungan suara di Luar Negeri vs Dalam Negeri (Nggak ada Bansos dan Intimidasi di LN).

Puluhan juta warga mengetahui proses pendaftaran paslon Capres / Cawapres atas hasil putusan MKMK dan DKPP yang merupakan fakta ketidaksinkronan antara Putusan Sidang Etik dengan Formal Legal keabsahan Paslon Capres / Cawapres

Dan pada akhirnya, Selamat Datang Era LEGITIMASI vs LEGALITAS. (*)

Penulis adalah Ketua Pakar Hukum dan Budaya DGP.

Peristiwa

Jelang Sumut Rally 2026, Pemko dan Polres Siantar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas serta Sterilisasi Jalur

22 Juli 2026 | 22:47 WIB
Ekbis

Petani Samosir Terima Bantuan 5 Ton Bibit Kentang

22 Juli 2026 | 21:31 WIB
Kesehatan

Wamenkes RI Kunjungi Simalungun Tinjau Pelaksanaan Skrining TB dan Beri Bantuan X Ray Portabel

22 Juli 2026 | 19:52 WIB
Peristiwa

Kunker ke Haranggaol, Samrin Girsang Minta Galakkan Gerakan Pelestarian Lingkungan

22 Juli 2026 | 18:38 WIB
Peristiwa

Dua Rumah Terbakar di Gang Jambu Air Pematangsiantar

22 Juli 2026 | 17:13 WIB
Peristiwa

Ditemukan Tanpa Identitas, Jenazah Pria yang Ditemukan di Kebun Bridgestone Ternyata Robinson Harianja

22 Juli 2026 | 10:31 WIB
Peristiwa

Sosialisasi Desa Binaan Imigrasi, Lurah Harus Mampu Deteksi Modus TPPO dan TPPM

22 Juli 2026 | 08:06 WIB
Sudut Pandang

Pematangsiantar Naik ke Peringkat 4 Kota Toleran Nasional, Wesly Ajak DMI Perkuat Sinergi

21 Juli 2026 | 22:20 WIB
Peristiwa

Polsek Balige Tangkap Dua Pencuri Sepedamotor

21 Juli 2026 | 19:12 WIB
Peristiwa

Bawa Sebelas Paket Sabu, Pria asal Sergai Ditangkap di Serbelawan

21 Juli 2026 | 13:39 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

slot gacor

slot gacor