• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional

Kementan-KPT Rumuskan Langkah Antisipasi Serangan Hama Ulat Grayak

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
15 September 2019 | 19:10 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Komisi Perlindungan Tanaman (KPT), merumuskan langkah antisisi terhadap meluasnya serangan hama ulat grayak pada jagung.

Kementan telah menghimbau kepada seluruh Kepala Dinas Provinsi seluruh Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hama Spodoptera frugiperda pada tanaman Jagung.

“Kami sudah bertemu dengan anggota Komisi Perlindungan Tanaman sebagai tindak lanjut pertemuan FAO di lampung April lalu untuk menentukan langkah-langkah antisipasi terhadap perkembangan OPT (organisme pengganggu tanaman ,red) Hama Ulat Grayak,” kata Kepala Seksi Teknologi Pengelolaan Hama Terpadu Serealia, Direktorat Tanaman Pangan Kementan, Edi Eko Sasmito di Jakarta, Minggu 15 September 2019.

Edi menyebutkan, pertemuan dengan Komisi Perlindungan Tanaman tersebut menghasilkan kesepakatan. Yakni ada lima hal yang menjadi tugas bersama untuk mengendalikan penyebaran Spodoptera frugiperda.

“Tidak hanya berhenti sampai disitu, rencana minggu depan kami akan melakukan pertemuan lanjutan dengan FAO menyusun rencana aksi penanganan ulat grayak ini,” sebutnya.

Terpisah, perwakilan dari Komisi Perlindungan Tanaman, Prof. Andi Trisyono sekaligus guru besar dari UGM, menambahkan penjelasan lima langkah yang harus dilakukan bersama untuk mengantisipasi hama tersebut.

Pertama, lakukan monitoring intensif di lokasi-lokasi yang berpotensi terserang Spodoptera frugiperda.

“Kedua, membuat leaflet atau booklet mengenai Spodoptera frugiperda dan penanganannya, kemudian disebarkan ke seluruh petugas lapangan dan petani agar tersosialisasi semua,” sebut Prof. Andi.

Ketiga, sambungnya, dengan meningkatkan kapasitas Petugas Lapangan untuk memonitor dan mengawal perkembangan serangan Spodoptera frugiperda. Keempat, memperbanyak agens pengendali hayati.

“Dan terakhir kelima, menurut Prof .Andi dengan melakukan Bimbingan Teknis Pengendalian Hama Terpadu (PHT, red) Jagung di daerah sentra produksi jagung,” beber dia.

Sebaran Ulat Grayak

Ulat Grayak (Spodoptera frugiperda), merupakan serangga hama yang dapat menyerang lebih dari 80 spesies tanaman pangan termasuk diantaranya padi, sorgum, kacang tanah, jemawut, dan lainnya.

Hama ini berasal dari daerah tropis dan subtropis Amerika. Kerusakan pada tanaman disebabkan terutama oleh larva dari hama ulat grayak tersebut.

Menurut Kepala Subdirektorat Pengendalian OPT Aneka Kacang dan Umbi Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Spodoptera frugiperda adalah salah satu hama yang baru menginvasi tanaman jagung di Indonesia juga telah menyerang Srilangka dan Thailand.

“Kami bersama tim dari Badan Karantina Kementan, Tim Balai Besar Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (BBPOPT, red) Jatisari, dan Tim Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikikultura (BPTPH, red) Provinsi Sumatera Barat, telah melakukan survey temuan awal Spodoptera frugiperda di Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.

Abriani menuturkan, pada survey pengambilan sampel tersebut dilakukan di empat lokasi yaitu Jorong Kinanti Kecamatan Kinali, Jorong Sikunanti Kecamatan Kinali, Desa Pujo Rahayu Kecamatan Luhak Nan Duo, dan Aur Kuning Kecamatan Pasaman.

“Yang kami ambil saat itu sampel larva (Instar 3 hingga 5, red) dan imago (jantan dan betina, res), kemudian diidentifikasi dan hasilnya memang mengarah pada spesies Spodoptera frugiperda,” tuturnya.

Di tempat terpisah Kepala BPTPH Provinsi Sumatera Barat, Suardi berharap upaya pengendalian Spodoptera frugiperda dapat diinisiasi Kementan sehingga dapat dilakukan secara menyeluruh dan serentak di seluruh provinsi Indonesia. (snc)

Sumber: Humas Kementan

Editor: Hermanto Sipayung

 

Peristiwa

Tak Hanya Kehilangan Dagangan, Korban Kebakaran Pasar Dwikora Kini Berjuang Melawan Trauma

22 Juni 2026 | 22:03 WIB
Peristiwa

Simalungun Tampil Sendiri dari Sumut di PENAS XVII Gorontalo

22 Juni 2026 | 21:29 WIB
Ekbis

BTN dan Pemkab Samosir Berkolaborasi, Kredit UMKM Nol Persen hingga Rp100 Juta Siap Digulirkan

22 Juni 2026 | 20:09 WIB
Ekbis

Rupiah Bangkit di Awal Pekan, Dolar AS Tergeser dari Posisi Dominan

22 Juni 2026 | 12:22 WIB
Peristiwa

Alumni UHKB Nommensen Pematangsiantar Diminta Jadi Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdampak

20 Juni 2026 | 20:33 WIB
Peristiwa

Residivis Narkoba Kembali Dibekuk, Polres Tebing Tinggi Sita 18,47 Gram Sabu

20 Juni 2026 | 19:47 WIB
Pesona

Tiga Dermaga Resmi Jadi Aset Pemkab Samosir, Perkuat Konektivitas dan Pariwisata Danau Toba

20 Juni 2026 | 15:15 WIB
Peristiwa

Truk Fuso Milik PTPN IV Terlibat Kecelakaan dengan Sepeda Motor di Simarimbun, Pengendara Luka-luka

20 Juni 2026 | 10:48 WIB
Peristiwa

Pedagang Korban Kebakaran Pasar Dwikora Parluasan Diverifikasi, Pemko Siantar Percepat Penyaluran Bantuan

20 Juni 2026 | 08:44 WIB
Pesona

Vandiko Gultom Resmikan Bengkel Kapal Permanen Pertama di Danau Toba, Keselamatan Pelayaran Makin Terjamin

19 Juni 2026 | 22:42 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto