SimadaNews.com-Pemko Medan mendukung setiap kegiatan yang sifatnya melakukan pembinaan terhadap generasi muda. Selain pembentukan kaerakter, kegiatan itu juga dinilai sebagai salah satu upaya untuk menjauhkan para generasi muda untuk melakukan perilaku negatif seperti penyalahgunaan narkoba.
Demikian disampaikan Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution Msi, ketika menerima audiensi SMP ST Yoseph Pemuda Medan di Ruang Khusus Wakil Wali Kota, Senin 21 Oktober 2019.
Kedatangan mereka untuk mengundang Wakil Wali Kota sekaligus mendukung Pentas Seni (Pensi) SMP St Yoseph Pemuda Medan yang akan digelar di Gedung Selecta, Jumat 29 November mendatang.
“Kita tentunya sangat menyambut baik Pensi SMP St Yoseph Pemuda Medan. Apalagi kegiatan ini mengusung tema Character Building (membangun karakter). Selain membangun karakter, kegiatan ini menjadi sarana bagi para siswa untuk menyalurkan bakat dibidang seni,” kata Akhyar.
Akhyar melanjutkan, yang lebih penting lagi, melalui Pensi para generasi muda bisa berinovasi dan berkreatifitas, sehingga dapat menghindarkan mereka dari pengaruh narkoba maupun kenakalan remaja lainnya.
Kemudian menyadarkan bahwasannya tugas mereka adalah belajar guna meraih prestasi yang dapat membanggakan, baik nama pribadi, sekolah maupun Kota Medan.
Sebelumnya, Alizaro Laia selaku Kepala Sekolah SMP ST Yoseph Pemuda Medan mengatakan, kedatangannya bersama 5 guru dan 8 siswa untuk mengundang Wakil Wali Kota Medan.
“Pensi ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap tahunnya, maka dari itu kami sangat mengharapkan kedatangan Wakil Wali Kota untuk hadir serta mendukung acara pensi ini dengan memberikan motivasi kepada guru maupun siswa SMP St Yoseph Pemuda Medan,” kata Alizaro Laia.
Alizaro Laia mengungkapkan, bahwa Pensi yang akan digelar mengusung tema Character Building (membangun karakter) yang akan menampilkan teater serta tarian dari berbagai daerah.
Ia juga menjelaskan alasan memilih tema ini yakni karena saat ini begitu banyak siswa yang memiliki perilaku melenceng seperti menggunakan narkoba, menyebar berita hoax, serta pergaulan bebas.
“Melalui Pensi ini, diharapkan para siswa dapat sadar dan kembali ke jalan yang benar sehingga mereka menyadari bahwa apa yang mereka lakukan selama ini salah. Selain itu, di zaman yang sekarang ini, begitu banyak siswa yang bangga dengan mengenakan merk luar negeri kenapa kita tidak bangga menggunakan merk lokal serta mencintainya,” ungkapnya. (snc)
Sumber: Nelly Simamora
Editor: Hermanto Sipayung


