• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomeNewsRegional

Mendagri Tito Ingatkan Pemda Supaya Segera Realisasikan NPHD Pilkada

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
3 Juli 2020 | 23:33 WIB
Rubrik: Regional
Konsep Otomatis
ADVERTISEMENT

SimadaNews.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mendorong pemerintah daerah yang akan menggelar pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tahun ini, segera mencairkan seluruh dana hibah  pemilihan yang sudah tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Sebab, masih ada beberapa daerah yang belum mencairkan seluruhnya.

Mendagri, mengatakan itu usai menghadiri acara Rapat Koordinasi Pilkada Serentak tahun 2020 di Grand Aston City Hall, Medan,  Sumatera Utara, Jumat 3 Juli 2020.

Menurut Mendagri, rapat yang digelar di Medan, adalah rapat persiapan menjelang digelarnya pilkada di 23 daerah yang ada di Sumut. Ia merasa gembira mendengar laporan dari Ketua KPU dan Bawaslu Sumut yang melaporkan, pada prinsipnya semua daerah yang akan menggelar pemilihan di Sumut telah siap.

“Semua siap untuk melaksanakan, bahkan bapak Gubernur sudah memberikan hibah tanah dan kantor untuk KPUD provinsi. Itu menunjukkan kesungguhan dari bapak Gubernur untuk mendukung proses demokrasi yang ada. Kemudian dari sisi anggaran tadi sudah saya sampaikan sebagian besar anggaran untuk Pilkada dari NPHD oleh daerah kepada KPUD,  Bawaslu ada yang sudah mencapai 100 persen, tapi ada juga yang baru separuh,” katanya.

Mendagri menambahkan, masih terkait dengan anggaran Pilkada,  khusus untuk Sumut, hanya sebagian kecil daerah yang belum mencairkan.

Misalnya, Mandailing Natal dan Samosir. Tapi kepala daerah bersangkutan sudah menyampaikan komitmennya menyelesaikan pencarian dana hibah Pilkada  pada tanggal 7 Juli ini.

“Bupatinya menyampaikan tanggal 7 Juli akan diberesin semua. Hanya ada masalah internal di Bawaslu yang di Samosir. Nah kemudian dari APBN juga yang sudah dihibahkan atau yang sudah ditransfer oleh Kemenkeu sebanyak lebih kurang 996 miliar dan kepada bawaslu sebanyak Rp157 miliar, itu juga sudah nyampe juga di KPUD kabupaten dan kota. Sudah dibagi oleh KPU dan Bawaslu pusat,” ujarnya.

Artinya, kata Mendagri,  anggaran dari daerah sebagian sudah masuk. Ada yang 100 persen ditransfer. Kemudian dana yang  dari APBN sebagian sudah masuk untuk tahap pertama. Dan untuk wilayah Sumatera Utara sudah masuk semua.

“Tinggal yang kita minta sisa realisasi anggaran yang belum 100 persen paling lambat minggu depan sudah diserahkan atau dicairkan kepada Bawaslu dan KPUD masing-masing karena tanggal 15 Juli itu sudah mulai pemutakhiran data door to door. Ini memerlukan pengamanan untuk alat proteksi dalam rangka pengamanan Covid, nah itu kira-kira,” kata Mendagri.

Jadi menurut Mendagri, hasil Rakor, Menkopolhukam dan dirinya sebagai Mendagri, termasuk Ketua Komisi II DPR, optimis  Pilkada pada 9 Desember 2020 di Sumut bisa terlaksana. Karena  dari sisi anggaran tidak masalah.

“Kita ramai-ramai bantu untuk sosialisasi agar partisipasi masyarkat tinggi dan isu yang kita angkat isu sentralnya adalah mengenai maslah efektivitas kepala daerah dan daerah  yang melakukan Pilkada ini dalam rangka menangani Covid-19. Sehingga justru pilkada bisa mempercepat pengendalian Covid-19 di sumyut,  disamping akan membantu sektor ekonomi dan dampak sosialnya karena uangnya beredar,” kata Mendagri.

Di tempat yang sama Ketua Komisi II DPR, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, Komisi II DPR mengapresiasi kegiatan rapat koordinasi dalam rangka persiapan pilkada.

Menurutnya, seminggu kedepan, ia dan Mendagri akan  hadir dalam rapat serupa di beberapa provinsi yang lain.

“Jadi ini menunjukkan bahwa Pemerintah dan kita semua sangat serius mempersiapkan pilkada serentak ini dengan protokol Covid-19 yang cukup ketat. Jadi kalau ada selama ini perdebatan-perdebatan apakah kita bisa melakukan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2020 dalam situasi pandemi ini kalau kita lihat dari pertemuan  atau rapat koordinasi teknis ini kita optimis, ” katanya.

Karena dalam rapat, kata Doli Kurnia jika mendengar laporan dari penyelenggara dan kepala daerah, seperti di Sumut, semuanya  menyatakan siap. Jadi tidak ada lagi nanti hal-hal teknis yang menjadi alasan kalau semuanya tidak akan siap.

” Sebab  pengawasannya dari semua “aturan” yang kita buat dari tingkat pusat sampai tingkat daerah kita putar terus. Jadi ini menunjukkan bahwa kami setelah membuat keputusan di Jakarta buat peraturan protokol dan PSBB tapi kita juga langsung ke lapangan sejauh mana apa yang sudah dikerjakan dari Jakarta juga bisa terlaksana dengan baik. Saya kira ini sangat positf, tinggal kita semua setelah ini PR-nya masih banyak. Mudah-mudahan kita bisa melaksnakan pilkada ini dengan cukup baik, baik itu pengertiannya adalah tingkat partisipasi cukup baik tinggi, masyarakat tetap sehat, kita semua selamat dari pandemi Covid-19,” tuturnya.

Terkait masih adanya kekhawatiran Pilkada yang media penularan virus, Doli Kurnia mengatakan, sosialisasi menjadi sangat penting dilakukan. Dan, saat ini  mesti dibalik isunya, pilkada ini jadi ajang adu gagasan, dan adu berbuat dalam rangka efektivitas penanganan Covid beserta dampaknya.

” Otomatis  kalau nanti kita naikkan isu Covid-19 ini kepada efektivitas penanganan,  ini maka akan ada adu gagasan antara para kontestan. Bagi petahana dia harus berbuat. Nah kalau seadainya isu tingkat Covid-nya naik yang positif maupun yang fatalitas kematian, masyarakat silahkan menilai sendiri. Bisa berisiko bagi petahana, bisa-bisa tidak dipilih oleh rakyatnya. Tapi kalau dia bisa menekan dengan berbagai teknis manajemen penanganan Covid-19, rakyat akan puas seperti kasus di Korsel, partisipasi tinggi karena rakyat membutuhkan kepala daerah atau pemimpin yang bisa menangani Covid-19 dan dampaknya, karena Covid-19 ini menyangkut hajat hidup seluruh orang, ” urainya. (snc)

Sumber: Puspen Kemendagri

Editor: Hermanto Sipayung

Peristiwa

Emas Batangan Curian Rp160 Juta di Pasar Horas Berhasil Disita, Dua Penadah Dibekuk di Madina

30 Juni 2026 | 21:13 WIB
Tokoh

Wesly Silalahi Resmi Lantik Budiman Ricardo Tanjung jadi Dirtek Perumda Tirta Uli

30 Juni 2026 | 18:00 WIB
Kesehatan

Inovasi JEMPOL PKG Diluncurkan, Pemkab Samosir Percepat Layanan Kesehatan Gratis

30 Juni 2026 | 16:39 WIB
Peristiwa

Peristiwa Berdarah di Nagori Sipinggan Simalungun, Diduga karena Cemburu Suami Aniaya Istrinya Hingga Meninggal

30 Juni 2026 | 11:12 WIB
Peristiwa

Doa Lintas Agama Warnai HUT Bhayangkara ke-80, Wabup Samosir Apresiasi Kepemimpinan Humanis Kapolres

30 Juni 2026 | 10:01 WIB
Pesona

Kapolres Pematangsiantar Ajak Anak Panti Asuhan Elim Rekreasi ke Taman Hewan

29 Juni 2026 | 20:37 WIB
Peristiwa

DPRD Sahkan Perda Insentif Guru Keagamaan Nonformal, Wali Kota Wesly: Wujud Sinergi untuk Kesejahteraan Masyarakat

29 Juni 2026 | 19:33 WIB
Peristiwa

Setelah Puluhan Tahun Menanti, Ujung Padang Akhirnya Akan Nikmati Proyek Jalan Rp39 Miliar

29 Juni 2026 | 12:15 WIB
Kesehatan

Polres Pematangsiantar Semarakkan HUT Bhayangkara ke-80 dengan Car Free Day dan Olahraga Bersama

28 Juni 2026 | 21:23 WIB
Peristiwa

Tak Percaya Oknum Berantas Narkoba, Warga Dolog Parmonangan Bentangkan Baliho Minta Kapolri Turun Tangan

28 Juni 2026 | 20:52 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobapenipu kripto