• https://purepurepiano.main.jp/
  • https://aceh.lan.go.id/
  • https://academy.colorescience.com/
  • https://soundrivers.org/a-sound-river/
  • https://anais.anpur.org.br/
  • https://tutorias.tepexirguez.tecnm.mx/
  • https://bat4man.netopiere.sk/
Simada News
No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum
No Result
View All Result
Simada News
  • SMSI
  • News
  • Peristiwa
  • Ekbis
  • Kesehatan
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
HomePesona

Ekowisata Mangrove Mimika Terlengkap Dengan Tracking Terpanjang di Dunia

Simadanews.comPenulis: Simadanews.com
26 September 2021 | 09:18 WIB
Rubrik: Pesona

SimadaNews.com – Tahap pertama pembangunan dilakukan pada Tahun 2018, diawali dengan pembangunan tracking sepanjang 150 meter.

Tracking berupa jembatan yang didesain dengan material kayu ini dirancang mencapai 3 kilometer dan menjadi tracking mangrove terpanjang di dunia.

Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Mimika berupaya menggali potensi wisata yang ada di Mimika, salah satunya memanfaatkan hutan mangrove yang begitu luas.

Untuk itu pada Tahun 2018, Pemda Mimika mulai membangun dan mengembangkan ekowisata mangrove di Pomako, Distrik Mimika Timur. Lokasi wisata berada di sisi kanan akses masuk Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pomako.

Ekowisata mangrove merupakan tempat wisata yang berwawasan lingkungan. Wisata tentunya menawarkan keunikan. Nah, salah satu keunikan dan keunggulan yang dimiliki adalah luas hutan mangrove Mimika.

Jika digabung dengan Asmat menjadi teluas di dunia. Jenisnya juga disebut paling beragam yakni ada sekitar 40 jenis mangrove. Dan khusus di kawasan ekowisata itu ada 27 jenis mangrove.

Jadi tidak sebatas tempat rekreasi, ekowisata mangrove sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai keberagaman hayati juga manfaat mangrove.

Tahap pertama pembangunan dilakukan pada Tahun 2018, diawali dengan pembangunan tracking sepanjang 150 meter. Tracking berupa jembatan yang didesain dengan material kayu ini dirancang mencapai 3 kilometer dan menjadi tracking mangrove terpanjang di dunia.

Ekowisata mangrove didesain berbentuk karaka atau kepiting bakau jika tampak dari udara. Dari perencanaan, setidaknya ada 20 fasilitas yang akan dibangun.

Mulai dari pintu gerbang, papan nama kawasan, area parkir, kantor pengelola dan ruang display, pos jaga, ruang tunggu dan tiket.

Ada juga souvenir shop, klinik kesehatan, dermaga perahu wisata, titian/tracking, gazebo, bangku istrahat dan pergola, restoran umum, restoran semi publik, cottage/home stay, ruang bermain anak, ruang serbaguna, toilet umum, area mancing dan instalasi air bersih.

Sejauh ini fasilitas yang sudah terbangun yakni tracking sepanjang satu kilometer. Pintu gerbang, tempat parkir yang cukup luas dan sudah tertata.

Ekowisata mangrove sekaligus akan menjadi etalase yang menampilkan keanekaragaman hayati endemis Mimika. Akan dibuat taman atraksi burung bahkan disediakan tempat penangkaran buaya.

Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Mimika, Daniel Orun mengatakan ekowisata mangrove menjadi salah satu prioritas dalam pengembangan.

Sebab kata dia hadirnya destinasi wisata ini mampu mendorong perekonomian daerah karena bisa memberikan income bagi daerah dan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar.

Seperti di Pomako, dengan tingginya kunjungan wisatawan maka tentunya bisa berdampak bagi ekonomi warga sekitar yang merupakan nelayan dan menjual ikan di sekitar Pomako.

Tidak hanya bagi masyarakat, ekowisata mangrove juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Mimika dengan penarikan retribusi.

Ada dua jenis pungutan yakni pajak parkir untuk kendaraan roda dua Rp 1.000, roda empat Rp 2.000 dan enam roda Rp 3.000. Lalu bagi pengunjung kategori anak-anak Rp 5.000 dan dewasa Rp 10.000. (Media Center Mimika/***)

Peristiwa

Kejari Simalungun Perkuat Pengawasan Dana Desa Melalui Program Jaga Desa di Dolok Batu Nanggar

4 Juni 2026 | 17:44 WIB
Peristiwa

Wesly Silalahi Dapat Apresiasi BPKP atas Komitmen Cegah Korupsi di Pemko Pematangsiantar

4 Juni 2026 | 17:07 WIB
Peristiwa

Dua Pekan Tanpa Identitas, Jenazah Perempuan Misterius Akhirnya Dimakamkan Polsek Bandar Huluan

4 Juni 2026 | 16:37 WIB
Peristiwa

Penjual Mie Goreng di Pematangsiantar Ditemukan Meninggal Tergantung di Dalam Rumah

4 Juni 2026 | 11:24 WIB
Peristiwa

Rismaida br Siahaan Ditemukan Meninggal di Kedainya! Ternyata Dirampok, Pelaku Ditangkap saat Sembunyi di Hotel Nadia Siantar

4 Juni 2026 | 10:08 WIB
Peristiwa

Tekan Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang, Pemko Tebing Tinggi Siapkan Langkah Konkret

4 Juni 2026 | 09:47 WIB
Peristiwa

Ops Antik Toba 2026, Polres Tebing Tinggi Ungkap 19 Kasus Narkotika dan Amankan 24 Tersangka

3 Juni 2026 | 20:57 WIB
Peristiwa

Kurir 1 Kilogram Sabu di Pematangsiantar Ternyata Residivis Empat Kali, Pernah Terlibat Pembakaran hingga Narkoba

3 Juni 2026 | 20:24 WIB
Peristiwa

Pura-pura Jadi Pembeli, Pria Gondol Emas Antam Bernilai Rp160 Juta dari Toko Emas di Pasar Horas Siantar

3 Juni 2026 | 17:33 WIB
Peristiwa

Operasi Antik Toba 2026, Polres Simalungun Ungkap 32 Kasus Narkoba dan Amankan 53 Tersangka

3 Juni 2026 | 14:36 WIB
  • Pedoman
  • Policy
  • Redaksi
  • Simada News

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber

No Result
View All Result
  • News
    • Ekbis
    • Kesehatan
    • Peristiwa
  • Pesona
  • Sudut Pandang
  • Tokoh
  • Konsultasi Hukum

© 2018-2026 Simada News

rotasibarakberita hari inidanau tobasumber