SimadaNews.com – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mulai menatap era baru pertanian berbasis teknologi. Bersama Dewan Ekonomi Nasional (DEN), langkah konkret tengah disusun untuk menghadirkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai motor penggerak modernisasi sektor pangan di daerah itu.
Gagasan ini mengemuka dalam rapat virtual yang mempertemukan jajaran Pemprov Sumut dengan DEN. Fokus utama pertemuan tersebut ialah merumuskan pemanfaatan AI dalam tata kelola pertanian, mulai dari perencanaan hingga peningkatan produktivitas komoditas.
Teknologi tersebut diyakini mampu membuat sistem pertanian lebih presisi dan terukur.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menekankan bahwa transformasi digital di sektor pertanian tidak cukup hanya menghadirkan perangkat canggih.
Menurutnya, kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan implementasi teknologi tersebut.
Ia menegaskan pentingnya penguatan ekosistem digital, termasuk peningkatan kompetensi petani, penyuluh, hingga dukungan regulasi yang tepat.
“Perlunya penguatan sistem digital, bukan hanya alat saja, tetapi SDM yang menggunakan, kemudian dukungan kebijakan yang tepat,” ujarnya dalam pertemuan tersebut.
Bobby menjelaskan, AI berpotensi menjadi “asisten digital” bagi petani. Sistem ini dapat membantu memprediksi curah hujan, menentukan waktu tanam dan panen, mengidentifikasi hama, hingga memproyeksikan hasil produksi. Namun, ia mengingatkan bahwa akurasi teknologi sangat bergantung pada kualitas data yang dimasukkan.
Sementara itu, Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan memastikan fondasi teknologi tersebut sebenarnya sudah tersedia. Bahkan, minat investor untuk mendukung pengembangan pertanian berbasis AI di Sumut disebut telah muncul.
Ia mengungkapkan sistem pertanian cerdas itu telah diuji di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH) 2. Dengan kesiapan lahan dan teknologi, tahap selanjutnya tinggal mengintegrasikan sistem tersebut ke area pertanian masyarakat.
“Bukan angan-angan lagi, titik-titiknya sudah ada tinggal dijahit,” kata Luhut.
Rapat ini juga dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian, para kepala daerah se-Sumut, serta peneliti yang terlibat dalam pengembangan teknologi itu. (SNC)

