SimadaNews.com-Kesempatan emas bagi generasi muda Indonesia di sektor teknologi mulai terbuka.
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penandatanganan kemitraan strategis antara BPI Danantara dan Arm Limited di London, Inggris.
Kolaborasi ini digadang-gadang menjadi pintu masuk ribuan talenta Indonesia menuju industri semikonduktor global.
Fokus pada Penguatan SDM Teknologi
Kerja sama tersebut menempatkan pengembangan sumber daya manusia sebagai prioritas utama.
Pemerintah menargetkan sekitar 15 ribu insinyur Indonesia mendapat pelatihan desain chip berstandar internasional melalui program bersama Arm.
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut langkah ini sebagai strategi agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar teknologi, tetapi juga pemain dalam pengembangan semikonduktor.
“Arm merupakan salah satu pemimpin desain chip dunia. Dengan kolaborasi ini, talenta Indonesia diharapkan mampu menguasai teknologi tersebut,” ujarnya.
Skema Pelatihan dan Transfer Pengetahuan
Program pelatihan akan dilakukan melalui berbagai skema, mulai dari pengiriman engineer ke pusat pelatihan luar negeri hingga menghadirkan instruktur Arm ke Indonesia.
Pendekatan ini diharapkan mempercepat transfer teknologi sekaligus membangun ekosistem desain chip nasional.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani menegaskan kerja sama ini memiliki dampak jangka panjang bagi industri teknologi Indonesia.
“Sekitar 15 ribu engineer akan dilatih, baik melalui pelatihan di luar negeri maupun di dalam negeri dengan dukungan Arm,” kata Rosan.
Bidik Enam Sektor Strategis
Selain penguatan SDM, kemitraan juga mencakup pengembangan desain chip pada enam sektor strategis, antara lain otomotif, Internet of Things, perangkat rumah tangga pintar, pusat data, hingga teknologi kendaraan otonom dan komputasi masa depan.
Pemerintah menilai fokus pada desain chip sebagai langkah realistis untuk memasuki rantai pasok industri semikonduktor global.
Dorong Kemandirian Teknologi Nasional
Pemerintah memandang kerja sama ini sebagai bagian dari strategi besar membangun kedaulatan teknologi nasional.
Penguasaan desain chip dinilai akan memperkuat daya saing industri digital Indonesia sekaligus membuka peluang kerja baru bagi talenta muda.
Kemitraan Danantara–Arm pun menjadi simbol perubahan arah pembangunan teknologi Indonesia: dari sekadar pengguna menjadi pengembang inovasi.
Bagi ribuan insinyur muda, kerja sama ini menghadirkan peluang nyata untuk berkontribusi dalam industri teknologi paling strategis di dunia. (SNC)

