SimadaNews.com-Banyak orang terbiasa langsung membuang kulit bawang saat memasak di dapur. Padahal, bagian tipis yang tampak tidak berguna itu justru menyimpan kandungan nutrisi yang tidak kalah penting dari daging bawangnya sendiri.
Sejumlah penelitian dan ahli gizi bahkan menyebutkan bahwa kulit bawang memiliki berbagai senyawa aktif yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan tersebut mampu membantu menjaga kesehatan hingga menekan risiko berbagai penyakit.
Berikut tiga manfaat kulit bawang yang jarang diketahui, namun cukup mengejutkan.
1. Gudang Antioksidan Alami
Kulit bawang ternyata mengandung antioksidan dalam jumlah tinggi. Ahli gizi Erin Palinski-Wade menjelaskan bahwa lapisan terluar bawang kaya senyawa flavonoid yang penting bagi tubuh.
Pada kulit bawang merah terdapat pigmen antosianin, sedangkan kulit bawang putih atau kuning mengandung quercetin. Senyawa ini berperan melawan radikal bebas yang bisa memicu berbagai penyakit kronis.
Menariknya, penelitian menunjukkan kadar quercetin pada kulit bawang bisa mencapai lebih dari sepuluh kali lipat dibanding bagian dalam bawang.
2. Mendukung Kesehatan Jantung
Kandungan flavonoid dalam kulit bawang juga dipercaya berperan menjaga kesehatan sistem kardiovaskular. Senyawa antioksidan tersebut dapat membantu menekan peradangan dan melindungi pembuluh darah.
Efeknya, risiko gangguan seperti penyakit jantung, diabetes, hingga penyakit degeneratif bisa ditekan jika dikombinasikan dengan pola hidup sehat.
Beberapa studi bahkan menunjukkan ekstrak kulit bawang yang mengandung quercetin mampu membantu menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi.
3. Potensi Mengurangi Risiko Penyakit Kronis
Tak hanya melindungi jantung, kandungan antioksidan yang tinggi dalam kulit bawang juga dikaitkan dengan potensi menurunkan risiko kanker dan penyakit metabolik.
Hal ini karena flavonoid bekerja menetralkan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan jangka panjang.
Tidak Harus Dibuat Obat
Meski memiliki manfaat kesehatan, kulit bawang tidak selalu harus dikonsumsi secara langsung. Banyak orang memanfaatkannya dengan cara direbus menjadi teh, dijadikan campuran kaldu, atau bahkan sebagai bahan kompos dan pupuk alami.
Artinya, limbah dapur yang selama ini dianggap tidak berguna ternyata memiliki nilai kesehatan sekaligus manfaat ekologis.
Kesimpulannya, kulit bawang bukan sekadar sisa bahan masakan. Di balik tampilannya yang tipis dan kering, tersimpan kandungan antioksidan tinggi yang berpotensi membantu menjaga kesehatan tubuh.
Karena itu, sebelum membuangnya ke tempat sampah, mungkin ada baiknya mempertimbangkan kembali manfaat tersembunyi dari kulit bawang tersebut. (SNC)

