SimadaNews.com- Di balik aromanya yang tajam dan kerap memicu pro–kontra di meja makan, jengkol ternyata menyimpan sejumlah manfaat kesehatan yang tak banyak diketahui masyarakat.
Biji dari tanaman khas Asia Tenggara ini bahkan disebut memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap untuk tubuh.
Jengkol dikenal kaya protein, serat, vitamin, serta berbagai mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi.
Kombinasi zat gizi tersebut membuat makanan yang sering diolah menjadi semur atau sambal ini tidak sekadar lezat, tetapi juga berpotensi mendukung kesehatan tubuh bila dikonsumsi secara wajar.
Berikut beberapa manfaat jengkol yang kerap membuat banyak orang terkejut.
1. Membantu mencegah anemia
Kandungan zat besi dalam jengkol berperan dalam pembentukan sel darah merah. Asupan zat besi yang cukup penting untuk mencegah anemia, terutama pada orang yang rentan mengalami kekurangan darah.
2. Menjaga kesehatan jantung
Serat dan berbagai senyawa alami dalam jengkol dapat membantu menurunkan kadar kolesterol.
Kondisi ini dinilai dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.
3. Mengontrol kadar gula darah
Beberapa penelitian menunjukkan jengkol memiliki efek yang membantu menstabilkan kadar gula darah.
Hal ini karena kandungan serat dan senyawa aktif di dalamnya dapat memperlambat penyerapan gula dalam tubuh.
4. Melancarkan sistem pencernaan
Serat yang cukup tinggi dalam jengkol berfungsi membantu kerja usus. Dengan begitu, konsumsi dalam jumlah wajar dapat membantu mencegah sembelit serta menjaga kesehatan saluran pencernaan.
5. Melawan radikal bebas
Jengkol juga mengandung antioksidan yang berfungsi melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Senyawa ini dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh dan menurunkan risiko berbagai penyakit degeneratif.
Namun para ahli mengingatkan, manfaat tersebut hanya bisa diperoleh jika jengkol dikonsumsi secara bijak. Makan jengkol dalam jumlah berlebihan dapat memicu kondisi yang dikenal sebagai “kejengkolan”, yaitu gangguan pada saluran kemih akibat kristal asam jengkolat.
Karena itu, jengkol sebaiknya dimasak hingga matang dan tidak dikonsumsi terlalu sering. Dengan cara tersebut, masyarakat tetap dapat menikmati cita rasanya sekaligus memperoleh manfaat gizinya tanpa menimbulkan risiko kesehatan.
Singkatnya, di balik reputasinya yang terkenal karena aroma menyengat, jengkol ternyata menyimpan potensi nutrisi yang tidak bisa dianggap remeh. Jika dikonsumsi dengan porsi tepat, makanan tradisional ini bisa menjadi bagian dari pola makan sehat masyarakat. (SNC)

