SimadaNews.com–Pemerintah Kabupaten Samosir mulai mengakselerasi langkah menuju pusat produksi bawang putih dengan menyalurkan bantuan bibit dan alat mesin pertanian dari APBN 2026 kepada kelompok tani, Jumat (10/4/2026).
Bantuan diserahkan langsung Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Ariston Tua Sidauruk di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa Samosir diproyeksikan sebagai salah satu daerah kunci dalam program swasembada bawang putih nasional—agenda strategis pemerintah pusat yang masuk dalam kerangka Asta Cita Presiden RI.
“Ini bukan program biasa. Ini perhatian langsung Presiden. Ketahanan pangan, khususnya bawang putih, menjadi prioritas nasional,” tegas Vandiko.
Ia mengungkapkan, tidak semua daerah memiliki kondisi geografis yang cocok untuk komoditas ini. Dari hasil kajian Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Samosir dinilai sebagai salah satu wilayah paling potensial di Sumatera Utara.
Bahkan, menurut Vandiko, dirinya mendapat tantangan langsung dari Menteri Pertanian untuk membuktikan kesiapan Samosir menjadi sentra produksi bawang putih.
“Saya ditanya, sanggup tidak? Saya jawab sanggup. Bahkan sebelum kembali dari Jakarta, bantuan sudah dikirim berupa traktor dan bibit 16 ton untuk 20 hektare,” ungkapnya.
Vandiko menekankan bahwa keberhasilan tahap awal ini akan menjadi penentu keberlanjutan program. Jika berhasil, Samosir berpeluang besar menjadi pusat produksi bawang putih di Sumatera Utara, bahkan skala nasional.
“Kalau berhasil, kita jadi sentra. Kalau gagal, peluang ini bisa dialihkan ke daerah lain,” ujarnya mengingatkan.
Untuk itu, pemerintah daerah memastikan adanya pendampingan intensif dari dinas terkait serta pengawasan langsung dari Kementerian Pertanian.
Dua Kelompok Tani Jadi Percontohan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Samosir, Tumiur Gultom menjelaskan, tahap awal program difokuskan pada dua kelompok tani di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo.
Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo dan Kelompok Tani Lamtana masing-masing mengelola lahan 10 hektare, dengan total bantuan bibit sekitar 16 ton.
“Selain bibit, kami juga menyalurkan dua unit traktor roda empat untuk mempercepat pengolahan lahan. Target produksi bisa mencapai 20 hingga 30 ton per hektare,” jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi penanaman telah melalui kajian ketat, termasuk syarat ketinggian minimal 1.000 mdpl dan hamparan lahan yang memadai dalam satu kawasan.
Penanaman ditargetkan dimulai April dan rampung paling lambat minggu ketiga, dengan dukungan tenaga pendamping lapangan dari kementerian.
Petani Siap Jawab Tantangan
Ketua Kelompok Tani Santo Adrianus Peajolo, Hotber P. Turnip menyatakan kesiapan pihaknya dalam menyukseskan program tersebut.
“Ini kepercayaan sekaligus tantangan. Kami akan bekerja maksimal,” ujarnya.
Optimisme serupa disampaikan Ketua Kelompok Tani Lamtana, Feriadi Sitio yang menilai program ini sebagai peluang besar meningkatkan kesejahteraan petani.
“Kesempatan ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar berdampak langsung pada ekonomi petani,” katanya.
Sebagai bentuk apresiasi, kelompok tani turut menyerahkan hasil pertanian berupa kopi luwak khas Desa Maduma kepada Bupati dan Wakil Bupati.
Dengan dukungan penuh APBN dan pendampingan pemerintah pusat, langkah Samosir menuju sentra bawang putih nasional kini memasuki fase pembuktian. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho

