SimadaNews.com- Ambisi besar tengah dipancang Pemerintah Kabupaten Samosir. Dengan dukungan penuh pemerintah pusat, daerah ini diproyeksikan menjelma menjadi salah satu sentra bawang putih nasional dalam waktu dekat.
Langkah konkret itu terlihat saat Bupati Samosir, Vandiko T. Gultom, turun langsung ke lapangan bersama tim lintas kementerian dan lembaga, Selasa (5/4/2026).
Rombongan yang terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), hingga Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera II tersebut meninjau Kawasan Pertanian Terpadu (KPT) di Samosir.
Fokus utama peninjauan adalah memastikan kesiapan infrastruktur, terutama irigasi dan ketersediaan lahan tanam. Sejumlah titik sumber air dipetakan untuk mendukung keberlanjutan budidaya.
Pemerintah juga merancang dukungan lintas sektor, mulai dari kajian teknis oleh BRIN, pasokan listrik oleh PLN untuk pompa air, hingga pembangunan jembatan di kawasan KPT.
Secara geografis, Samosir dinilai memiliki keunggulan untuk pengembangan bawang putih. Kontur lahan yang relatif rata dan subur menjadi nilai tambah. Tak tanggung-tanggung, program ini menargetkan pengembangan hingga 320 hektare lahan. Saat ini, sekitar 20 hektare telah lebih dulu ditanami bersama kelompok tani di Desa Maduma, Kecamatan Simanindo. Sisanya, seluas 300 hektare, akan difokuskan di kawasan Hariara Pintu.
Asisten Deputi Kemenko Pangan, M. Saleh, menegaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah pusat dalam mendorong Samosir sebagai sentra produksi baru.
“Sebagai tindak lanjut, target kami pada akhir Mei sudah ada penanaman 5 hektare. Kita harus bergerak konkret,” ujarnya.
Ia menekankan, kunci keberhasilan program ini terletak pada kesiapan petani melalui pendampingan intensif dan penyuluhan berkelanjutan. Pemerintah pun memasang target produktivitas mencapai 20 ton per hektare.
“Kajian sumber air sudah dilakukan. Dengan dukungan BBWS, PLN, dan sektor lain, saya optimistis Samosir sangat siap. Lahannya rata dan subur,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Vandiko memastikan pemerintah daerah siap mengawal penuh program strategis tersebut. Ia menyebut pengembangan bawang putih ini sejalan dengan agenda nasional dalam memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi daerah.
“Kami siap memenuhi seluruh kebutuhan pendukung. Kami juga berharap terus didampingi agar target swasembada bawang putih bisa tercapai,” kata Vandiko.
Ia menegaskan, komitmen tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program prioritas Presiden RI, khususnya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Kunjungan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dari berbagai instansi, mulai dari BBWS Sumatera II, BRIN, Kementerian Pertanian, hingga jajaran organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkab Samosir. (SNC)
Laporan: Benri Naibaho

