SimadaNews.com – Upaya memperkuat akurasi data ekonomi nasional kian dimatangkan di Kota Pematangsiantar.
Badan Pusat Statistik (BPS) setempat menggandeng PT PLN (Persero) UP3 Pematangsiantar serta Dinas Sosial P3A untuk melakukan verifikasi langsung ke lapangan dalam rangka Sensus Ekonomi 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari implementasi program Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), yang menitikberatkan pada pencocokan data pelanggan listrik dengan kondisi riil masyarakat.
Tujuannya jelas: memastikan data yang digunakan pemerintah benar-benar presisi dan tepat sasaran.
Kepala BPS Pematangsiantar, Ratnauli Naibaho, menyampaikan hal tersebut saat beraudiensi dengan Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi di Balai Kota, Selasa siang.
Menurut Ratnauli, sensus yang berlangsung sejak 1 Mei hingga 31 Agustus 2026 itu akan dilakukan secara langsung dari rumah ke rumah. Karena itu, dukungan penuh dari pemerintah daerah hingga perangkat lingkungan dinilai sangat krusial.
“Agar petugas kami tidak menghadapi kendala saat melakukan pendataan door to door,” ujarnya.
Ia menambahkan, Sensus Ekonomi kali ini juga menjadi momentum penting untuk memperbarui data keluarga, terutama dalam kaitannya dengan integrasi data penerima bantuan sosial yang diminta oleh Kementerian Sosial.
“Data ekonomi dan kelayakan penerima bantuan akan digabungkan, sehingga program pemerintah bisa lebih tepat sasaran,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Wesly Silalahi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pematangsiantar dalam mendukung penuh pelaksanaan sensus tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat agar kooperatif dan tidak menolak pendataan.
“Saya harap tidak ada warga maupun pelaku usaha yang menolak. Ini untuk kepentingan bersama,” tegas Wesly.
Ia juga meminta BPS agar terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, guna memastikan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 berjalan lancar tanpa hambatan di lapangan. (SNC)
Laporan: Sabarudin Purba

