SimadaNews.com-Sosok Wakil Bupati Simalungun Ir Amran Sinaga, sudah lama dikenal masyarakat khususnya petani kopi simalungun. sebab, Ir Amran sudah lama berjuang untuk kemajuan petani kopi Simalungun.
Hal itu disampaikan perwakilan Petani Kopi Simalungun, Tiamsi br Napitupulu, saat menyampaikan sambutan pada acara Halal Bi Halal sekaligus Pemberdayaan Kelompok Tani Kopi yang digelar oleh Mitra Indonesia dan Kelompok Tani Nagori Sait Buttu, Kecamatan Pematang Sidamanik, Rabu (19/6).
Tiamsi menyebutkan, dirinya mengetahui sosok Ir Amran Sinaga sejak menjabat sebagai Kadis Perkebunan Simalungun. Dia mengetahui, Ir Amran telah banyak memperjuangkan nasib petani kopi di Kabupaten Simalungun.
“Mulai dari menyiapkan bantuan bibit kopi, pupuk dan pembelajaran dengan sekolah lapang petani dan magang petani kopi ke Aceh Tengah sampai ke Puslitkoka di Jember Jawa Timur,” terang Tiamsi.
Dia menambahkan, Ir Amran Sianga juga sudah memperjuangkan registrasi IG(Indikasi Geograpis) Kopi Simalungun dengan nama Kopi Arabica Sumatera Simalungun yang diserahkan oleh Menteri Hukum dan HAM pada Tahun 2014 atas nama Presiden di Jakarta.
Sementara, Wakil Bupati Simalungun Ir Amran Sinaga, menyampaikan, sudah menjadi catatan sejarah bahwa tanaman kopi dikenal di Kabupaten Simalungun. Jika berbicara soal kopi, tentu rasa dan aroma kopi produk Simalungun punya nilai lebih dibanding produk serupa dari kabupaten lain. Itu dikarenakan perladangan kopi Simalungun berada di antara 900-1400 meter dari permukaan laut.
Menurut Ir Amran, ketinggian tersebut secara geografis sangat cocok untuk dikembangkan tanaman kopi arabika dan robusta. Oleh karena itu, tanaman kopi arabika dan robusta merupakan tanaman unggulan di wilayah Pematang Sidamanik dan khususnya di Kabupaten Simalungun
Ir Amran berharap, melalui Mitra Indonesia yang menggelar pelatihan, kiranya dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang budidaya dan pengolahan kopi yang benar.
“Pelatihan ini sangat baik, karena mendapat metode pembelajaran dengan cara praktek langsung, mengingat masyarakat bisa lebih mudah memahami jika dengan cara praktek bukan teori,” pungkas Amran. (rel/snc)
Editor: Hermanto Sipayung


