SimadaNews.com-Perbincangan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 di Kota Sibolga, sudah mulai hangat. Sejumlah tokoh sudah mulai bermunculan menyatakan diri akan ikut bertarung pada Pilkada mendatang.
Salah satu tokoh yang sudah menyatakan niat maju pada perebutan Kursi Sibolga Satu yakni, Andhy P. Nainggolan. Nama Andhy pun langsung mencuat, menjadi perbincangan hangat di sejumlah temmpat di Kota Sibolga.
Andhy P. Nainggolan sendiri, juga sudah angkat bicara ketika bertemu dengan masyarakat. Andhy mengaku memiliki misi maju sebagai calon Wali Kota Sibolga, untuk mengabdi, melayani dan memberikan yang terbaik kepada masyarakat Kota Sibolga.
Putra kelahiran Sibolga, 23 September 1975 ini mengungkapkan, ada beberapa hal yang melatarbelakanginya untuk maju dan mencalonkan diri, yaitu menampung aspirasi masyarakat yang menginginkan sosok Andhy yang benar peduli terhadap permasalahan yang ada di Kota Sibolga.
Pendiri Masyarakat Penggiat Anti Narkoba Republik Indonesia (MAPAN-RI) ini menjelaskan, sebagai orang yang peduli kampung halaman, dia selalu memerhatikan perkembangan Kota Sibolga secara detail. Ternyata, masih banyak hal yang perlu di tingkatkan, untuk menjadikan Kota Sibolga lebih baik.
“Saya ingin mengabdi, memberikan yang terbaik di kampung halaman saya. Tidak mungkin saya merusak kampung halamanku. Aapalagi pusar saya ditanam di tempat yang bertuah ini,” kata Putra asli Sibolga itu.
Andhy mengaku, sudah menyiapkan langkah konkrit atau program untuk membangun kampung halamannya. Tentunya, program yang akan dilaunching nantinya sudah dipastikan menyentuh langsung ke seluruh aspek masyarakat.
“Beberapa Program tersebut sudah lama saya himpun dari berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat Kota Sibolga kepada saya di setiap pertemuan,” aku Andhy.
Dia mengungkapkan, pola lebih peduli akan menjadi landasan dalam pergerakan, tanpa harus sikut sana dan sikut sini. Karena kehadirannya bukan untuk menjadikan jurang pemisah, tetapi merangkul seluruh lapisan masyarakat di Kota Sibolga.
“Soal visi misi, saya lebih berkeinginan mengadakan kontrak politik dengan masyarakat. Jika dibutuhkan dibuat dihadapan notaris, saya sudah siap,” tegas Andhy.
“Tak dipungkiri bahwa visi dan misi merupakan keharusan formal yang tak dapat dipisahkan bagi pasangan kandidat calon. Tetapi, masyarakat sudah jenuh dengan segudang visi dan misi yang menjadi basa basi. Akhirnya, banyak yang tak dipenuhi dan terpendam sebagai tuntunan abadi,” tambahnya lagi.
Menurut Andhy, efisiensi kontrak politik jauh lebih berpengaruh dan mudah untuk diwujudkan dalam menyahuti kebutuhan warga Kota Sibolga.
Ditanya soal peluang, Andhy optimistis, karena setiap orang yang maju mencalon dipastikan memiliki peluang yang sama.
Sebagai ASN di Pemprov Sumut, tentunya akan memudahkan dirinya untuk mengatur ritme permainan nantinya. Pun begitu, kalau peraturan mengharuskan dirinya mundur sebagai ASN, Andhy juga sudah siap.
“Demi Sibolga yang lebih baik, maka saya pun siap dengan segala risiko, sekali pun saya harus mundur dari ASN,” pungkas Andhy.
Ditanya siapa yang akan mendampinginya, Andhy memberi sinyal, bahwa sistem kemajemukan akan menjadi penentu.
“Sudah jelas saya seorang muslim, tentunya calon wakil akan saya minta dari saudara kita yang non muslim, sehingga pola pelangi akan mewarnai kepemimpinan kami nantinya,” imbuh Andhy.
Andhy kemudian menyampaikan salam hormat kepada masyarakat Kota Sibolga dan memohon izin kepadanya.
“Kepada saudara saya semua, kakek, nenek, abang, kakak, paman, bibi, adik dan kawan semua yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Sekarang tekad saya sudah bulat ingin mewujudkan dan hendak memajukan Kota Sibolga. Tentunya doa dan dukungan kita semua akan lebih menguatkan saya dalam menyahuti cita-cita mulia kita, agar Sibolga kedepan harinya lebih baik lagi untuk menggapai masa depan yang lebih maju lagi dalam segala bidang,” pungkas Andhy mengakhiri. (snc)
Laporan: Ali Silaban
Editor: Hermanto Sipayung


