SimadaNews.com- Cahaya br Sirait (10,) murid Kelas V SD Sigapiton, salah satu anak yang paling beruntung dibanding seluruh anak di desanya.
Bagaimana tidak. Cahaya, anak manis berambut keriting bermata bulat, didaulat oleh tim kreatif BPODT untuk menyerahkan bunga kepada Ibu Negara Iriana Jokowi di hadapan Presiden Jokowi beserta rombongan di Kaldera Toba Nomadic Escape Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa, Selasa (30/7).
Usai menyanyikan lagu “I Have A Dream” bersama 41 orang temannya di hadapan Presiden Jokowi, seluruh mata tertuju kepada Cahaya. Apalagi saat Presiden menyalami tangan kecilnya, sontak seluruh yang hadir menyoraki Cahaya.

Cahaya dikenal sebagai anak yang cerdas. Selalu juara di kelas dan selalu tampil di setiap kesempatan yang diberikan kepadanya.
Bak bintang, Cahaya selalu didaulat menyambut tamu tamu eksekutif yang datang berkunjung ke desanya, mulai dari Bupati, Menteri Pariwisata, hingga hari ini Presiden RI ke 7.
Tak hanya pintar bahasa Inggris, Cahaya juga cukup mumpuni. Dia bersama puluhan anak anak di desanya belajar bahasa Inggris lewat pembinaan yang diberikan oleh BPODT.
Dalam kesempatan itu, dia juga menyapa Presiden dengan menggunakan bahasa inggris.
Anak kedua dari lima bersaudara yang bercita cita jadi guru ini merasa bangga bisa bertemu dan menyalami Joko Widodo dan rombongan.
Bagi Cahaya, kesempatan ini merupakan kesempatan paling berharga yang pernah diraihnya. Sayangnya, prestasi anak kacil ini tak bisa disaksikan kedua orangtuanya.
“Pengennya, ibu dan bapak bisa lihat langsung saat saya kasi bunga ke Ibu Iriana dan Presiden,” ujar anak manis putri dari Boru Sidabutar ini.
Hal unik lainnya, saat Cahaya kembali ke tempat duduk bersama teman temannya, Cahaya langsung disalami warga yang hadir.
Dengan menyalami Cahaya, mereka turut merasa bangga. Seperti diungkap R. Simbolon yang menyalami cahaya dengan eratnya.
“Sisa tangan Pak Jokowi masih terasa, meski tak bisa menyalam Pak Jokowi secara langsung, dengan menyalam Cahaya serasa sudah menyalam pak Jokowi, ” tuturnya sembari terharu melihat Cahaya.
C. wijayanto bersama Harianto Sinaga sebagai Tim kreatif acara di Sigapiton sengaja memilih Cahaya karena ada yang berbeda darinya.
“Cahaya wajahnya selalu bersinar seperti namanya, memiliki aura kuat dan kalau dikamera wajahnya bagus, smart serta memiliki gestur yang natural. Yang paling hebat lagi, Cahaya sangat mudah diarahkan. Sekali diarahkan angsung jadi,” puji Wijayanto, seraya mengaku melatih anak anak Sigapiton hanya dua kali saja.
“Mereka hanya dilatih dua kali dan sudah lansung jadi. Mereka luar biasa,” ujar Wijayanto. Sebagai pelatih sekaligus pengarah, Wijayanto selalu berusaha menyemangati Cahaya.
Secara pribadi dia mengingatkan Cahaya agar selalu memanfaatkan setiap kesempatan secara positif dan profesional sembari memuji Cahaya dengan menyebutnya anak yang beruntung. (snc)
Editor: Hermanto Sipayung


