DUA pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pemilihan Presiden yang akan digelar pada 17 April 2019, yakni Joko Widodo – Ma’ruf Amin (nomor urut 01) dan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno (nomor urut 02) akan bertarung memperebutkan suara pemilih dari generasi milenial yang kelahiran tahun 1980 dan 2000.
Jumlah mereka diperkirakan sekitar 80 juta jiwa dengan batas usia minimal 18 tahun sampai 40 tahun.
Sementara itu, Saiful Munjani Research and Consulting (SMRC), menggambarkan, setidaknya 34,4 persen masyarakat Indonesia berada dalam rentang “usia emas”, yaitu rentang umur 17-34 tahun.
Kemudian, sekitar 10 juta milenial akan menjadi pemilih pemula atau pertama (first-time voter) pada Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 2019.
Generasi milenial yang “usia emas” ini, adalah generasi yang paham teknologi dan senantiasa melihat satu permasalahan berdasarkan data. Tidak gampang dicekoki berbagai informasi yang hoax, apalagi SARA.
Mereka tampil apadanya dengan kecerdasan yang benar-benar berbasis akademik. Melakukan pencarian informasi sebagai upaya check and recheck kebenaran dari sebuah pesan yang disampaikan.
Tidak hanya itu, generasi milenial punya kemampuan yang mumpuni dalam membangun jaringan antar sesama melalui media sosial sperti facebook, twitter, instagram, telegram dan bahkan melalui website maupun blog-blog yang berbasis informasi akurat, kekinian dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kecerdasan para generasi milenial, dalam menyikapi berbagai informasi mau pun permasalahan yang terjadi di negeri ini, adalah asset bangsa yang patut diperhatikan kedua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 2019 – 2024.
Sebaiknya, mereka tidak hanya sebatas dimanfaatkan sebagai lumbung suara, tetapi yang lebih adalah bagaimana membawa mereka untuk masuk dalam ide, gagasan dan program pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden.
Generasi milenial sebagai generasi “usia emas”, sangat konsern bersentuhan dengan calon pemimpin yang tampil dengan ide, gagasan dan program yang bermuara menjadikan Indonesia Maju dan Melaju. Apalagi yang didalamnya melibatkan generasi milenial.
Mereka adalah kaum cerdas asset bangsa, yang tidak gampang dipengaruhi informasi murahan dan kacangan. Mereka berada di sebuah ruangan yang dipenuhi semangat membangun NKRI menuju sejahtera.