JAUH DARI POLITIK UANG
Generasi milenial, kelihatannya sangat berjarak untuk membangun komunikasi dengan para politisi busuk, para penjahat politik maupun orang-orang busuk yang melakukan apa pun untuk mencapai satu tujuan, yakni merebut kekuasaan untuk berkuasa penuh mengobrak-abrik keutuhan NKRI.
Generasi milenial akan menjauhkan diri dari para begundal-begundal politik yang bergrilya menjalankan praktik politik uang.
Tak sedikit generasi milenial yang apatis terhadap proses politik dan kehidupan demokrasi di Indonesia. Apatisme terhadap politik itu disebabkan oleh persepsi negatif terhadap politik di Indonesia, yang mengacu pada praktik-praktik politik kotor seperti korupsi, politik uang, politik identitas, dan jual-beli pen-calonan.
Generasi milenial diharapkan jauh dari praktik politik uang yang digendong-gendong para politisi busuk mau pun para penjahat politik. Mereka memiliki pemahaman untuk tidak menggadaikan masa depan bangsa dengan cara “berselingkuh” dengan politik uang para politisi busuk dan para penjahat politik.
Calon Presiden dan Wakil Presiden yang paham dan merasa menyatu dengan generasi milenial, harus mampu mengelola nuansa kedamaian hati generasi milenial di tataran bersih dari praktik politik.
Jauh dari politik uang, merupakan indikasi generasi milenial sangat menginginkan terpilihnya pemimpin bangsa yang mampu membawa Indonesia Maju dan Melaju.
PAHAM REKAM JEJAK
Mantan Ketua MK, Mahfud MD, saat menyampaikan kuliah umum bertemakan “Memupuk Nasionalisme dan Patriotisme di Dunia Perguruan Tinggi” yang digelar di Universitas Bosowa (Unibos) Makassar, Rabu (19/9)
mengungkapkan, “Generasi muda atau kalangan milenial agar mempelajari sejarah bangsanya.”
Ia berharap kepada kaum millenial agar berperan dalam menjaga bangsa Indonesia tetap tegak dan kokoh. Salah satunya dengan cara tidak meninggalkan sejarah. Karena dari sejarah itulah kita semua akan tahu siapa diri kita dan bagaimana nasib kita ke depan.
“Jas merah kata Bung Karno, jangan sekali-kali meninggalkan sejarah. Karena dari sejarah itulah anda akan tahu siapa anda dan bagaimana nasib anda ke depan. Jadi untuk kaum milenial jangan sekali-kali melupakan sejarah yah,” kata Mahfud.